Bangka Barat Masih Level 3 Sudah Mengarah ke Level 2

Muntok — Kabupaten Bangka Barat sedang menunggu Instruksi Mendagri terkait penetapan level PPKM yang akan terbit nanti malam. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19, M. Putra Kusuma mengatakan, saat ini Bangka Barat masih berada di level 3.

Namun dari data – data yang ada terkait penanganan Covid – 19 selama ini, Putra optimis Bangka Barat sudah mengarah ke level 2.

” Kalau dari data – data yang ada kita memang mengarah ke level 2. Semua indikator sudah terpenuhi di tingkat 2, hanya tinggal menunggu pengumuman apakah kita tetap di level 3 atau level 2 atau stagnan,” ujar Putra saat ditemui ruang Pusdalop Setda Bangka Barat, Senin ( 18/10 ).

Indikator – indikator yang sudah terpenuhi tersebut menurut Putra yaitu, Indikator Transmisi Komunitas, Indikator Kapasitas Respon, Indikator Kepatuhan Prokes dan vaksinasi.

Angka terkonfirmasi positif dan meninggal dunia juga sudah cenderung menurun. Faktor pendukung dari penurunan tersebut menurut Putra antara lain, kesadaran masyarakat sudah semakin baik serta setiap kasus yang ada direspon oleh Satgas Covid – 19.

” Misalnya dilakukan tracing, testing dan yang positif di karantina di isoter. Kami melihat ada pengaruh dari vaksinasi walaupun belum maksimal tetapi tetap punya pengaruh terkait dengan penurunan kasus. Dan penurunan ini sebenarnya terjadi di semua kabupaten yang ada di Bangka Belitung,” jelas Putra.

Adanya kabar gelombang ketiga lonjakan Covid-19 yang kemungkinan akan terjadi lagi, Putra menyatakan Bangka Barat sudah siap mengantisipasinya.

Menurut dia, hal terpenting untuk menghadapi kemungkinan itu adalah kapasitas respon. Bangka Barat harus menyiapkan kapasitas respon yang memadai untuk mengantisipasi hal tersebut.

Dikatakannya, kapasitas respon yang dimaksud antara lain, testing yang baik dan memenuhi target, tracing yang cukup serta BOR atau ketersediaan tempat tidur.

” Jadi fasilitas kesehatan itu disiapkan untuk menghadapi pandemi gelombang ketiga nanti, jangan sampai faskesnya kolaps tidak mampu menampung pasien – pasien yang ada dan itu yang perlu kita persiapkan, disamping menyiapkan tenaga – tenaga. Kita sudah sangat siap, kita punya 100 lebih bed untuk pasien Covid yang butuh perawatan,” cetus Putra. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: