Tradisi Rebo Kasan, Ritual Tolak Bala agar Selamat saat Melaut di Desa Air Nyatoh

HEADLINE, PARIWISATA438 Dilihat

BANGKA BARAT — Warga pesisir Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat menggelar acara adat Rebo Kasan, di Pantai Ketapang desa setempat, Rabu (20/8/2025).

Diketahui tradisi ini merupakan ritual tolak bala agar selamat saat melaut.

Tradisi Rebo Kasan dilaksanakan setiap akhir Rabu Bulan Safar. Dimulai dengan tarian adat setempat hingga prosesi menarik ketupat lepas atau menarik ketupat bala sebagai puncak tradisi.

Menurut warga Desa Air Nyatoh Muhammad Muhidin, ketupat yang ada di bala sudah direndam dengan air yang sudah dirajah (dijampi) oleh tetua adat.

Setelah itu bersama-sama masyarakat yang hadir menarik atau melepas sebagai simbol melepas bala. 

“Saat memasuki bulan Safar ini (dipercaya) bala atau musibah itu turun, terutama yang berkaitan dengan aktivitas melaut. Maka dari itu digelar tradisi Rebo Kasan yang maknanya untuk menolak bala itu,” kata Muhammad Muhidin. 

Dikatakannya bala atau musibah yang akan datang menurut kepercayaan warga setempat berupa musibah yang menimpa aktivitas warga di laut. 

Bupati Bangka Barat Markus yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan, Tradisi Rebo Kasan merupakan aset budaya Bangka Barat yang harus tetap dilestarikan.

“Pemerintah daerah mendukung kegiatan ini dengan memasukkannya sebagai objek pemajuan Kebudayaan di Bangka Barat, kepada masyarakat Desa Air Nyatoh yang telah melaksanakan kegiatan ini dapat memberikan ruang kepariwisataan serta dapat menunjang sektor lainnya,” ujar Markus.

Turut hadir Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hellyana. ( Red )



Sumber: Diskominfo Bangka Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *