BANGKA BARAT — Pencarian terhadap penyelam ponton tambang timah yang hilang saat bekerja diperairan Pantai Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya membuahkan hasil.
Korban berinisial W ( 46 ) berhasil ditemukan Tim SAR gabungan, Kamis ( 21/8 ) pukul 08.10 WIB mengapung dan meninggal dunia dengan jarak 0,5 NM dari last known position (LKP). Selanjutnya korban dievakuasi menuju ke RS Timah Parittiga.
Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astwa mengatakan, sebelumnya Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dimulai pukul 06:00 WIB lalu menemukan korban pada 08:10 WIB tidak jauh dari lokasi hilangnya korban,
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR ini kami tutup, saya ucapkan terima kasih sebanyak – banyaknya kepada seluruh unsur terkait yang ikut terlibat dalam pencarian ini,” ucap Oka.
Diberitakan sebelumnya, seorang pekerja ponton tambang timah dikabarkan hilang saat bekerja di perairan Pantai Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Senin ( 18/8/2025 ).
Kansar Pangkalpinang menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa ( 19/8 ). Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa ada satu pekerja diduga jatuh dan tenggelam dari atas ponton di perairan Pantai Penganak.
“Kami segera memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan pencarian di sana,” ujar Oka, Selasa ( 19/8 ).
Menurut Oka, korban seorang laki-laki berinisial W (46) merupakan warga domisili Bengkulu, sebelumnya hilang pada Rabu sekitar pukul 16.45 WIB.
Diketahui W terakhir kalinya terlihat pada pukul 16.30 WIB sedang istirahat duduk di atas ponton setelah melakukan penyelaman.
“Rekan – rekan kerja korban sudah berupaya melakukan pencarian dengan menghampiri ponton – ponton terdekat serta melakukan penyelaman di bawah ponton hingga malam hari namun korban belum ditemukan,” terang Oka.
Pencarian pun dilanjutkan keesokan harinya hingga siang, namun korban tidak ditemukan juga. Selanjutnya rekan W melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.
Oka mengatakan Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim Rescue menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 1°33’44.6″S 105°24’23.6″E di perairan Pantai Penganak.
Tim SAR gabungan yang didukung Rescuer USS Mentok, Polsek Jebus, Satpolairud Polres Bangka Barat dan pihak keluarga korban berusaha melakukan pencarian.
“Yang menjadi kendala kami yakni pada pelaporan kejadian ke kami ini agak lama sehingga Probability of detection (POD) semakin kecil apabila pelaporannya terlambat,” ucap Oka.
“Kami harap kepada seluruh masyarakat apabila mengetahui kejadian seperti ini agar segera melaporkan ke kami sehingga peluang ditemukannya korban semakin besar,” sambung dia. ( Red )
Penyelam Ponton Tambang Timah yang Hilang di Penganak Ditemukan Tewas






























