Tahun Ini, Kantor Kemenag Babar Berencana Berangkatkan 105 Jamaah Haji

Muntok — Kantor Kementerian Agama ( Kemenag ) Bangka Barat di tahun 2021 ini berencana memberangkatkan 105 jemaah haji yang pada tahun sebelumnya tertunda karena pandemi virus Corona atau Covid – 19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Bangka Barat, Syarifudin mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk rencana tersebut, bahkan paspor para jamaah pun telah dikirim ke pusat.

” Untuk proses visa dari Pemerintah Arab Saudi nanti, artinya dokumen-dokumen itu sudah fix selesai, karena jamaah yang sekarang ini yang daftar tunda tahun kemarin, artinya memang sudah fix sebenarnya,” jelas Syarifudin di kantornya di Desa Belo Laut, Muntok, Kamis ( 18/3 ).

Untuk itu pada 23 Maret mendatang, pihaknya akan menggelar manasik haji tingkat kabupaten tahap pertama, walaupun belum ada kepastian keberangkatan.

Mengingat pandemi Covid-19 masih melanda dunia, manasik haji juga akan mengacu kepada penerapan protokol kesehatan.

” Persiapan manasik tahun ini berbeda – beda dari tahun sebelumnya, menghindari kerumunan, bagaimana melakukan prokes, itu artinya kapasitas ruang tidak seperti normal,” terang dia.

Para jamaah juga tidak luput dari kewajiban vaksinasi Covid-19. Syarifudin mengatakan, data – data untuk keperluan tersebut sudah dikirim ke pusat.

Kementerian Agama memprioritaskan vaksinasi para jamaah sebagai antisipasi bila Pemerintah Arab Saudi mewajibkannya.

” Kita juga minta bantu Dinas Kesehatan untuk menjelaskan terkait masyarakat untuk memahami vaksin bermacam – macam, kadang lebih banyak isu atau asumsi. Kita minta Dinas Kesehatan untuk menjelaskan dampak atau perlunya vaksin, itu kan masih diperdebatkan masalah usia dan sebagainya,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika nanti pada pelaksanaannya, diantara para jamaah ada yang tidak dapat divaksin karena masalah kesehatan, pihaknya akan menunggu hingga orang yang bersangkutan kembali sehat. Prosedurnya akan mengikuti ketentuan dari Kementerian Kesehatan.

” Kalau kendala vaksin itu apa? seperti orang itu tekanan darah tinggi, tekan gula darah tinggi misalnya, mungkin dinormalkan dulu. Kendala medis bisa kita tanggungi dulu. Memang kalau tidak ada yang istiqoah dalam hal kesehatan otomatis itu memang ditunda, bukan batal, jadi jangan salah persepsi,” tukasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: