Sujono: Bonsai yang Baik Itu, Tua, Besar, Indah Tapi Ukurannya Kecil

Muntok — Prinsip dasar bonsai yang baik dan berpotensi menjadi juara menurut Sujono, salah seorang juri kontes Bonsai Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia ( PPBI ) Bangka Barat di KWP Muntok yaitu, besar, tua, indah, tapi berukuran kecil.

” Kalau kita melihat disini ada pohon, besar, indah, tua tapi kecil. Tua itu kesannya, jadi kita menciptakan pohon yang terkesan tua, besar dan indah dalam ukuran yang kecil. Prinsip dasarnya itu,” jelas pria asal Tangerang ini, usai kontes, Minggu ( 29/11/2020 ) di halaman Koperasi Warga Peltim ( KWP ) Muntok.

Selain itu jelas Sujono, pohon bonsai akan menjadi lebih indah dan menarik bila campur tangan manusia saat membentuk pohon tidak terlihat lagi, seperti kawat yang biasanya digunakan untuk membentuk pohon dan dahan, juga bekas potongan dahan dan lain – lain, itu semua harus dihilangkan.

” Kawat itu alat bantu. Justru ketika pohon yang bagus itu, keindahan pohon itu ketika sudah seolah – olah campur tangan manusianya nggak ada, bekas potongannya tidak kelihatan lagi. Seminim mungkin campur tangan manusianya dihilangkan,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan bonsai seperti itu, terutama untuk mendapatkan keseimbangan anatomi pohon dibutuhkan waktu paling sedikit lima tahun. Namun untuk bonsai setengah jadi, atau hampir jadi, kurun waktunya kurang dari lima tahun.

” Untuk menciptakan bonsai yang baik, tergantung bahan, tapi rata – rata untuk membikin keseimbangan anatomi paling cepat lima tahun, kita ngomong pohon yang sudah mateng ya, tapi kalau baru setengah mateng atau hampir mateng ya dua tiga tahun bisa,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: