Sebelum Buka Sekolah, Rukiman Minta Izin GTPPC – 19 Babar dan Orang Tua Murid

Muntok — Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Rukiman mengatakan, pihaknya tidak serta merta memberlakukan proses belajar mengajar di sekolah tanggal 13 Juli 2020 nanti tanpa persetujuan orang tua murid.

Dalam hal ini, selain meminta persetujuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 ( GTPPC -19 ) dan Pemda Bangka Barat, izin orang tua murid untuk melepas anak – anaknya belajar di kelas juga diperlukan.

” Pertama harus persetujuan Gugus Covid dan Pemda. Yang kedua harus persetujuan orang tua. Kalau orang tua nggak setuju, mana yang tidak setuju itu kita kumpulkan dan ( belajarnya ) masih tetap daring. Tapi bagi yang setuju kita tetap belajar tatap muka,” jelas Rukiman, Kamis ( 9/7/2020 ) di Kantor Bupati.

Dia memaparkan, pihaknya akan memberlakukan shift bagi para siswa dengan metode sebagian belajar di kelas dan sebagian lagi belajar di rumah tapi diberikan tugas.

” Nanti diputar lagi, yang di rumah masuk kelas, yang di sekolah belajar di rumah,” ujar Rukiman.

Disamping itu, penerapan protokol kesehatan di sekolah akan lebih ketat lagi. Para siswa kata Rukiman, akan masuk ke sekolah melalui satu pintu gerbang. Disana akan disiapkan termogun untuk mengukur suhu badan.

” Kalau misalnya anak itu suhu badannya diatas 37 derajat, dia disuruh pulang nggak boleh masuk. Itu bukan hanya untuk siswa, guru juga. Setelah itu sebelum masuk ke kelas, guru sudah siap semua di pintu masuk, nanti guru meminta anak-anak cuci tangan, setelah itu baru masuk ke kelas,” paparnya.

Para siswa juga tidak diizinkan keluar ruangan. Pada jam istirahat mereka tetap berada di dalam kelas. Karena itu Rukiman minta orang tua untuk membekali anak-anaknya dengan makanan karena kantin sekolah ditutup.

” Makanya harus ada persetujuan orang tua dan juga menginformasikan kepada orang tua bawa anak-anak itu dibekali dengan makanan. Jadi waktu istirahat mereka tetap di ruangan, jadi tidak ada gerombolan,” tukasnya.

Pada dua minggu awal masa transisi ini jam belajar pun akan diperpendek menjadi empat jam efektif. Para siswa masuk pukul 07.00 WIB dan pulang lebih cepat. Setelah itu pada minggu minggu berikutnya baru diberlakukan 7 jam efektif namun durasi mata pelajarannya tetap dikurangi.

” Biasanya kan satu jam pelajaran itu 45 menit, nah dikurangi 5 menit atau 10 menit. Yang jelas tidak seperti jam yang kita masuk biasa,” pungkas Rukiman. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: