Markus Singgung Persoalan Stunting di Acara Pemilihan Duta Genre Bangka Barat

BANGKA BARAT — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) melaksanakan Pemilihan Duta Generasi Berencana ( Genre ) Bangka Barat tahun 2026, di Gedung Majapahit Unmet Mentok, Senin ( 20/4/2026 ).

Tema yang diusung tahun ini yaitu ” Remaja Bangga ( Berencana, Aksi, Nasionalis, Growth, Greatness, Anti nikah dini ) “.

Bupati Bangka Barat Markus yang hadir pada acara tersebut mengatakan, tema tersebut sesuai dan kompleksnya permasalahan yang ada di Bangka Barat.

Markus berharap agar kegiatan ini dapat menjadi wadah kreativitas dan inovasi remaja untuk membantu program mengatasi pemerintah dalam permasalahan stunting, pernikahan dini, seks pra nikah dan Napza.

“Serta dapat menjadi role model pencegahan stunting dari hulu, tidak hanya sekedar ceremonial belaka tanpa ada hasil yang nyata dari para remaja yang ada di Bangka Barat,” kata Markus.

“Karena nasib Bangka Barat ke depannya ada di tangan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu jangan sia – siakan masa remaja dengan hal – hal yang tidak bermanfaat, jadikan kalian remaja yang cerdas,” lanjut dia.

Markus juga menyinggung persoalan stunting yang ada di Bangka Barat. Menurut Status Survei Gizi Indonesia ( SSGI ) tahun 2024, Kabupaten Bangka Barat sudah ada di level 3 se – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dan berdasarkan Elektronika Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat ( EPPGBM ) Kementerian Kesehatan dari tahun 2018 sampai dengan 2025 angka prevalensi stunting Bangka Barat sudah di bawah angka 14 persen.

“Akan tetapi jika di breakdown di tahun 2026 masih ada beberapa desa dengan prevalensi stunting di atas angka 20 persen seperti di Kecamatan Simpang Teritip yaitu Desa Rambat, Desa Simpang Gong, Desa Berang, Desa Ibul, Desa Peradong, Desa Simpang Tiga dan Desa Air Menduyung,” jelas Markus. ( SK )




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *