Rutan Muntok Jaga Akses Jalan Laut dan Darat, Hambat Dua Napi Kabur Lebih Jauh

Muntok — Pihak Rumah Tahanan ( Rutan ) Negara Kelas IIB, Muntok masih terus mencari dua narapidananya, Suhendra alias Jakai dan Satria Nurwega alias Kojek yang kabur dari tahanan pada Selasa ( 30/3 ) tadi malam.

Kepala Rutan, Abdul Rasyid Meliala mengatakan, akses jalan baik laut maupun darat sudah ditempatkan petugas guna menutup akses kedua napi untuk pergi lebih jauh.

Dia mengakui belum menemui titik terang keberadaan Satria Nurwega saat dirinya mendatangi rumah keluarga napi tersebut di Kecamatan Jebus. Namun pihaknya sudah menempatkan petugas di Pelabuhan Bakit, Kecamatan Parittiga juga Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Muntok.

” Hasilnya belum ada, tapi kita sudah menghubungi masyarakat di sekitar Pelabuhan Bakit kita sebarkan foto – foto yang melarikan diri itu. Pelabuhan Tanjung Kalian sudah ada tim kita disana Pak,” jelas Rasyid via telepon, Rabu ( 31/3 ).

Akses jalan darat juga telah diamankan pihak Rutan bekerja sama dengan Polres Bangka Barat berikut seluruh Polsek yang ada.

” Darat juga kita sudah berkoordinasi dengan pihak Polres dan Polsek Polsek yang lainnya. Keluarga napi, mereka juga akan mencari informasinya apabila ada ketemu mereka juga menyerahkannya kepada kita. Kedua napi itu sudah menjalani masa tahanan kurang lebih 1 tahun, ” terang Rasyid.

Diberitakan sebelumnya, dua orang narapidana di Rumah Tahanan ( Rutan ) Negara kelas IIB Muntok melarikan diri.

Dua napi tersebut bernama Suhendra alias Jakai, warga Muntok dan Satria Nurwega alias Kojek, warga Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Rutan kelas IIB Muntok, Abdul Rasyid Meliala mengatakan, kejadian kaburnya para napi tersebut terjadi pada Selasa ( 30/3 ) tadi malam.

Dia menjelaskan, awalnya terdapat tiga orang narapidana berniat kabur dengan memanfaatkan kondisi hujan deras dan listrik padam di Rutan Muntok, dengan cara menjebol plafon dan genteng, lalu melompati dinding pagar belakang.

” Mereka menjebol plafon terus menjebol genteng. Satu kamar tiga orang. Dia melompat dinding belakang, pagar belakang ( Kantor ) KPU. Yang mau kabur tiga orang, satu orang ketangkap di dalam. Dua orang lagi kabur sampai sekarang dan petugas kami sudah saya suruh mencari sampai saat ini juga,” jelas Abdul Rasyid Meliala via telepon, Rabu ( 31/3 ).

Rasyid menduga, para napi tersebut menggunakan paku untuk menjebol plafon atau langit – langit kamar. Namun alat untuk memanjat dinding pagar belum diketahui karena pihaknya masih fokus melakukan pengejaran.

” Kejadian pada saat itu malam hari lampu kami padam, petugas kami melakukan kontrol dan mendapati satu orang tadi, dan dua lagi lolos. Kami juga ke Polres dan Polsek terdekat dan malam itu juga pihak Polres sama – sama membantu untuk melakukan pengejaran. Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran,” paparnya.

Menurut Karutan, ide untuk melarikan diri itu diduga dicetus oleh Satria Nurwega alias Kojek. Tapi hal itu masih akan didalami.

Saat ditelpon, Rasyid mengaku masih berada di Kecamatan Jebus menemui orang tua Satria Nurwega alias Kojek. Pihaknya meminta kerja sama pihak keluarga agar dapat kembali membawa sang napi kembali ke Rutan.

” Saat ini saya lagi bertemu dengan keluarga Satria di daerah Jebus ketemu orang tuanya. Yang lain mungkin masih mengejar di daerah Muntok karena Suhendra itu orang Muntok. Dan tadi malam kita juga sudah bertemu dengan orang tuanya supaya membantu agar anak – anak mereka tersebut menyerahkan diri ke Rutan,” pungkas Rasyid. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: