POPDA Basel, Bangka Barat Tersingkir di Posisi 3, Kabupaten Bangka Rebut Posisi 2

Muntok — Kontingen Bangka Barat harus puas sebagai juara umum III pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah ( POPDA ) di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang berakhir pada Sabtu, ( 7/11/2020 ) lalu.

Perolehan medali Bangka Barat setelah penutupan yaitu 5 emas, 2 perak dan 5 perunggu.Kabupaten Bangka menempati posisi juara umum II dengan 5 emas, 6 perak, 4 perunggu. Sedangkan juara umum pertama diraih kota Pangkalpinang dengan 6 emas, 10 perak dan 8 perunggu.

Sebelumnya Bangka Barat sempat bertengger di peringkat kedua, namun pada hari terakhir penyelenggaraan, Kabupaten Bangka merebut posisi tersebut.

Wakil Ketua 1 KONI Bangka Barat, Bastomi yang ikut mendampingi Kontingen Bangka Barat di Toboali mengungkapkan, pada hari terakhir, kontingennya tidak lagi mempunyai pertandingan final memperebutkan medali emas. Sementara Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang masih mempunyai pertandingan final bola basket memperebutkan medali tertinggi itu.

Bila Kota Pangkalpinang yang menang pada pertandingan tersebut, Bangka Barat tetap aman di peringkat kedua, sayangnya laga final itu dimenangkan Kabupaten Bangka sehingga Bangka Barat harus tersingkir ke peringkat ketiga.

” Karena kita menunggu basket Pangkalpinang lawan Bangka, jadi posisi kita waktu itu kan 5 emas, Bangka 4 emas, tapi mereka ( Bangka ) masih punya pertandingan final basket. Andaikata Pangkalpinang yang menang, urutan kita berarti tetap nomor 2. Tapi karena basket itu dimenangkan oleh Bangka, jadi mereka 5 emas tapi kita kalah di perak sama perunggu,” jelas Bastomi, Senin ( 9/11/2020 ) pagi.

” Maka kami kemarin support Pangkalpinang harus menang basket, nggak taunya kalah, 4 point cuman dikalahkan kita. Kita pun waktu itu nggak ada lagi potensi dapat emas,” sambungnya.

Pada cabang sepakbola kata Bastomi, kesebelasan Bangka Barat masih menyisakan pertandingan memperebutkan medali perak. Namun karena skor tim Bangka Barat dengan Belitung seimbang, maka penentuan pemenang dilakukan dengan undian lempar koin. Hasilnya, kesebelasan Bangka Barat terpaksa harus mengantongi medali perunggu.

” Sepakbola itu memperebutkan antara perak dan perunggu. Itu pun kita pakai koin, karena skor kita sama dengan Belitung, sama 5 poin, kartu kuning sama 5, terakhir pakai koin, jadi sepakbola kita juara III,” tutur Bastomi.

Namun Bastomi memberikan apresiasi terhadap para atlet yang telah berjuang mengantarkan Kontingen Bangka Barat meraih juara umum ketiga pada POPDA Bangka Selatan tahun 2020 ini, sebab prestasi Bumi Sejiran Setason pada ajang yang sama sebelumnya hanya berkutat di posisi lima, enam dan tujuh.

” Alhamdulillah, sebelumnya kita belum pernah, kita selalu urutan lima enam, enam tujuh. Ini luar biasa, dukungan semua lini, termasuk KONI, betul – betul kegiatan ini kita gandeng KONI dengan Komite Olahraga, kita gerakkan volume wartawan untuk mensupport itu semua, juga support pejabat daerah hadir di arena Bangka Selatan itu. Nah itu menyuport anak – anak itu, memberi semangat. Ada yang membantu minuman, support tenaga dan doa, pejabat – pejabat sudah kesana semua untuk memberi support,” cetusnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: