Pria Bejad Ketagihan Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil

Kelapa — Kelakuan seorangan pria bernisial RD ( 42 ), warga Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat sangat tidak terpuji. Dia tega menyetubuhi anak tirinya, Bunga ( nama samaran) hingga hamil. Bahkan perbuatan tersebut sudah ia lakukan sejak tahun 2016 silam.

Kapolsek Kelapa, IPTU A.F. Pulungan mengungkapkan, berdasarkan kesaksian korban ( Bunga ), kejadian tersebut berawal dari tahun 2016 silam. Saat itu Bunga masih berusia 16 tahun.

” Pelaku ( RD ) memaksa korban. Saat itu korban sedang mencuci piring dan sempat menolak ajakan pelaku. Tapi pelaku mengancam bila korban menolak maka ia tidak boleh sekolah lagi,” jelas IPTU Pulungan, Minggu ( 8/11/2020 ).

Detik selanjutnya, RD menarik Bunga ke dalam kamar dan menyetubuhinya. Setelah kejadian yang pertama tersebut, RD menjadi ketagihan karena Bunga tidak berani melawan maupun melaporkan perbuatan bejad ayah tirinya itu kepada siapa pun, termasuk ibunya.

Menurut Kapolsek, korban takut dengan ancaman pelaku sehingga pria itu dengan leluasa melakukan perbuatan bejadnya secara berulang – ulang hingga Bunga sendiri tidak bisa mengingatnya lagi secara rinci. RD dengan leluasa menyetubuhi Bunga selama bertahun – tahun hingga anak tirinya itu berusia 20 tahun.

” Pelaku mengintai, mencari kesempatan saat ibu korban sedang tidak berada dirumah, dan seingat korban, pelaku terakhir kali melakukan persetubuhan terhadap korban pada bulan Juli 2020,” ungkap Pulungan.

Saat ini kata Kapolsek, Bunga terpaksa menanggung malu karena sedang mengandung anak hasil perbuatan RD. Usia kandungan sudah tujuh bulan.

Pelaku RD berhasil ditangkap oleh jajaran Unit Reskrim dan Intel Polsek Kelapa Polres Bangka Barat, dikediamanya Kelapa, Kabupaten Babar, pada Sabtu ( 7/11/2020 ) tanpa perlawanan.

Kapolsek Kelapa IPTU A.F Pulungan yang memimpin langsung penangkapan mengatakan, pelaku ( RD ) ditangkap berdasarkan Laporan Polisi, Nomor : LP/B – 339 /XI/2020/ Babel/ Sek Kelapa, Tanggal 07 November 2020. Pelaku ( RD ) dilaporkan karena diduga telah melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya, Bunga ( 20 ) di Kecamatan Kelapa.

” Pelaku RD dapat dikenakan pasal 81 UU No.35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 294 ayat (1) KUHPidana tentang perbuatan cabul yang isi di dalam UU Perlindungan Anak berbunyi :
“Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00,” beber Kapolsek.

” Dalam hal ini karena korban tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua / tiri atau wali maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1),” lanjutnya.

Kapolsek menerangkan, sejumlah barang bukti juga diamankan diantaranya, dua baju milik korban, dua celana panjang, satu celana pendek, satu BH dan dua celana dalam.

” Pelaku sudah mengakui semua perbuatan yang dia dilakukan dihadapan penyidik, maka pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Kelapa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polsek Kelapa,” tutup IPTU Pulungan. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: