Komisi Antar Shabu Rp. 1 Juta Untuk Nafkahi Anak Istri

Muntok — RD ( 24 ), warga Kampung Menjelang, Kelurahan Menjelang, Kecamatan Muntok, satu dari empat orang tersangka pengedar shabu dan pil ekstasi yang diringkus Tim Pemburu Hantu Polres Bangka Barat, mengaku baru satu bulan menjalani bisnis haramnya.

Komisi yang ia dapat dari dua kali mengantar paket pesanan sebesar Rp. 1 juta. Sedangkan sebagai pengguna, dirinya sudah dua tahun mengkonsumsi narkoba jenis shabu.

” Baru sebulan ini sudah dua kali nganter paket, biasanya sekali anter dapat Rp 1 juta. Sebelum jual ini biasanya pakai sendiri, udah dua tahunan makai shabu. Ini duitnya ya buat sehari-hari, buat ngidupin istri sama anak satu,” tutur RD, saat Konferensi Pers di Mako Polres Bangka Barat, Kamis ( 14/10 ).

Menurut RD, ia mendapatkan barang dari bandar yang berada di Jakarta. ” Sang Boss ” yang memberi perintah kepada dirinya untuk menjual shabu di wilayah Muntok.

RD mengaku kenal dengan bandar di Jakarta, namun tidak kenal dengan para pelanggannya karena saat transaksi, barang pesanan ia lempar di tempat – tempat yang telah disepakati, tanpa bertemu langsung.

“Dari yang di Jakarta, tahu karena pernah kenal. Kalau yang belinya kita tidak tahu kita tukang ngelempar doang, kalau ngelempar-lempar itu di daerah-daerah tertentu seperti di daerah Kuburan Keramat,” tuturnya.

Akibat bisnis haramnya tersebut, RD dan SS akan dikenakan pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman pidana minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

” Untuk RA dan TO, akan dikenakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman pidana minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tandas Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evry Susanto. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: