Jelang Pilkada, Kodim 0431 Kerja Sama dengan Bawaslu

Muntok — Kodim 0431 Bangka Barat mengundang sejumlah awak media ngopi bersama bertajuk ” Coffee Morning Pemilu Damai dan Netralitas TNI ” di Taman Tirta Perkasa di Makodim Bangka Barat, Kamis ( 3/9/2020 ).

Kehadiran sejumlah wartawan dari berbagai media dalam acara ini disambut Dandim 0431/BB, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa beserta ajarannya.

Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa dalam arahannya mengatakan, Pilkada 2020 yang akan digelar pada 9 Desember sudah semakin dekat. Untuk itu, pihaknya telah mengundang KPU dan Bawaslu Bangka Barat untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada anggotanya, terutama untuk para Babinsa yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

” Yang menjadi penerimanya adalah para Babinsa dan beberapa anggota staf Babin kami sehingga anggota-anggota kami yang akan berceramah dengan masyarakat disini dapat menyampaikan bagaimana pentahapan – pentahapan Pilkada,” jelasnya.

Pihak Bawaslu kata Dandim, menyampaikan bagaimana batasan – batasan seorang TNI terlibat dalam Pilkada terutama pada pelaksanaan hari H pencoblosan maupun penghitungan suara.

Agung melanjutkan, pihak Bawaslu juga memperkenalkan aplikasi Cerudik Menumbing yang bisa membantu anggota Kodim untuk ikut memonitor dan mengawasi hal – hal yang terkait dengan kondisi keamanan pelaksanaan Pilkada.

” Beliau juga mengenalkan salah satu staf-nya Bapak Anas, menyampaikan aplikasi Cerudik Menumbing. Artinya kita juga bisa memonitor apabila terjadi kesalahan – kesalahan yang terjadi di satu titik kita juga dapat memonitor. Dan ini juga membantu kami untuk memberikan laporan kepada pimpinan atas,” paparnya.

Kata Agung, laporan yang dimaksud adalah bagaimana kondisi di wilayah dan bagaimana pelaksanaan Pilkada apakah berjalan dengan kondusif atau tidak.

Dandim berharap Pilkada Bangka Barat berjalan kondusif. Namun tindakan pencegahan tetap dilakukan guna mengantisipasi segala kemungkinan.

” Untuk itu kami bekerja sama dengan Bawaslu bagaimana pelaksanaan pengawasan Pemilukada. Tentunya batasan itu berbeda dengan pihak Kepolisian. Yang jelas kami disini sifatnya mengamankan jangan sampai terjadi perpecahan. Apabila nanti ditemukan hal-hal pada saat penghitungan terjadi keributan di salah satu TPS,” tandasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: