Erzaldi: Kita Melayani Orang yang Mau Action, Kalau Hanya Wacana, Malas Saya

Muntok — Selain PT. PLN dan PT. Bangka Indah Cemerlang, kasus tumpang tindih di Tanjung Kalian juga menyeret nama pengusaha asal kota Muntok, Edi Nayu dan PT. Wilmar. Namun kata Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, masalah PT. PLN dan Edi Nayu sudah selesai, tinggal menunggu keputusan pengadilan.

” Kalau masalah Pak Edi tinggal penetepan harga saja, nunggu keputusan pengadilan. Kalau PLN sih nggak masalah. Apa yang diperintah pengadilan bayar, bayar. Berapa jumlahnya bayar,” tukas Erzaldi usai Rapat Teknis Pembahasan Rencana Pembangunan Terminal Khusus PT. BIC di Pantai Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat, Senin ( 24/8/2020 ) siang.

Namun tegas politisi Partai Gerindra ini, untuk PT. Wilmar yang telah mangkrak cukup lama, dirinya malas untuk melayaninya.

” Wilmar, pada intinya kita melayani orang yang sudah mau action. Kalau hanya wacana – wacana saja malas saya,” cetus dia.

Sedangkan PT. BIC, Erzaldi mengaku dirinya memang cukup bersemangat untuk menyelesaikannya. Alasannya, proyek minyak kelapa sawit ini terbukti serius berinvestasi dan langsung action.

” Kenapa saya bersemangat ngurus BIC? Ini karena mereka memang sudah mau investasi, langsung action. Ya kita juga capek dia menyatakan investor investor tapi nggak action, ngapain,” ujarnya.

Dikatakan Erzaldi, banyak sekali kontribusi yang bisa didapatkan daerah bila proyek CPO PT. BIC ini telah berdiri, diantaranya, bertambahnya nilai eksport, penyerapan tenaga kerja dan menguatnya kapasitas fiskal daerah.

” Kalau BIC jelas, dengan BIC eksport komoditi CPO dari sini, itu nilai eksport kita nambah. Dengan bertambahnya nilai eksport kita, kapasitas fiskal kita menjadi lebih kuat. Makanya saya bilang sama kawan – kawan, janganlah eksport komoditi itu selain dari Babel, biar lah dari Babel biar kapasitas fiskal kita itu naik. Sudah tu biar banyak orang bekerja disini,” ucap Erzaldi.

” Cuma kalau lapangan pekerjaan sudah siap, pinter – pinter lah ikak sekolah, jangan nggak sekolah, kelak BIC buka tenaga kerja nggak ada, kenapa? kita tidak menyiapkan tenaga yang berkompeten untuk menjalankan itu,” sambungnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: