Turnamen Futsal HUT KONI ke – 82 Ajang Seleksi Tim Porprov Babar, Target Emas

Muntok — Turnamen futsal Peringatan HUT KONI ke – 82 di Kabupaten Bangka Barat yang digelar di Lapangan Futsal Jalan Pait Jaya, Muntok berakhir tadi malam, Jum’at ( 30/10/2020 ). Sebelum acara penutupan, babak final menyisakan dua pertandingan dari empat tim untuk memperebutkan tempat terbaik.

Kecamatan Simpang Teritip berhasil meraih dua gelar juara. Sedangkan Kecamatan Muntok selaku tuan rumah, dari 32 tim yang diturunkan, hanya menyisakan satu tim yang mampu bertahan hingga final.

Berikut daftar pemenang Turnamen Futsal HUT KONI ke – 82, Kabupaten Bangka Barat:

Juara I, Tim Al Muttaqin 2 FC dari Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip.

Juara II, Tim Elang Laut, Desa Jebu, Kecamatan Parittiga.

Juara III, Tim BB 2011 FC, Kecamatan Muntok.

Juara IV, Tim All Star FC, Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip.

Top scorer diraih M. Fadil dari Tim Al Muttaqin 2 FC dengan koleksi 9 gol.

Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten ( AFK ) Bangka Barat, Febri Harto mengatakan, turnamen ini merupakan ajang seleksi mencari pemain terbaik untuk persiapan Liga Nusantara dan Porprov 2022. Sejumlah atlet dipilih dari berbagai kecamatan untuk dibentuk menjadi tim Kabupaten Bangka Barat.

” Tapi ini baru sementara, nanti akan diseleksi lagi oleh pelatih yang akan ditunjuk langsung oleh AFK,” ujar Febri dalam sambutannya, di Lapangan Futsal Chelsea, Jalan Pait Jaya, Muntok, Jum’at ( 30/10 ) malam.

Bila melihat potensi para pemain dalam tiga hari turnamen ini, dia optimis tim futsal Bangka Barat bisa mendulang emas di ajang Porprov nanti, tentu saja dengan dukungan berbagai pihak.

” Kami yakin dan optimis Insya Allah tim Porprov cabang futsal menargetkan medali emas. Tentu hal ini tidak akan tercapai bila tidak ada bantuan dari pihak lain. Maka itu kami selalu AFK sangat mengharapkan sekali bantuan baik dari sisi anggaran dan pendukung lainnya untuk mencapai target emas tersebut,” cetusnya.

Menurut Febri, kendala yang dihadapi cabang futsal diberbagai kecamatan saat ini adalah kondisi lapangan yang masih jauh dari standard. Hal itu berpengaruh kepada para atlet saat bertanding diluar daerah yang menggunakan lapangan standard.

” Yang menjadi kendala adalah lapangan kita masih jauh dari standard, itu lah yang menjadi penyebab ketika kita bertanding di luar kita mengalami kesulitan. Dan Insya Allah tahun – tahun berikutnya kita mempunyai lapangan yang standard nasional maupun internasional, Aamiin,” harapnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: