Tolak Pemasangan Batas Wilayah, Puluhan Nelayan Datangi DPRD Babar

Muntok — Sebanyak 60-an nelayan gabungan Desa Kelabat, Desa Bakit dan Desa Semulut, Kecamatan Parittiga mendatangi Kantor DPRD Bangka Barat di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kamis ( 28/1/2021 ) siang.

Maksud kedatangan para nelayan gabungan tiga desa ini merupakan reaksi atas pemasangan batas wilayah perairan Teluk Kelabat Dalam, Dusun Tanjung Ruh, Desa Bakit pada Selasa ( 26/01/2021 ) lalu.

Para nelayan tersebut tiba DPRD Bangka Barat sekitar pukul 11:30 WIB. Namun audiensi belum bisa dilaksanakan segera karena anggota DPRD, Samsir menjadwalkannya setelah sholat Zuhur.

Menurut Bambang, sang koordinator, para nelayan yang datang ke DPRD Bangka Barat pada prinsipnya menolak aktivitas TI apung di perairan Teluk Kelabat Dalam. Menurut dia, adanya enam orang yang mengatasnamakan masyarakat Desa Bakit mengambil keputusan sepihak menyetujui pemasangan batas wilayah penambang dan nelayan sangat melukai para nelayan.

” Sedangkan nelayan ini tidak mau ada penambangan disitu. Tiba – tiba mereka berenam mengatasnamakan masyarakat Desa Bakit nelayan melakukan dan membuat keputusan bahwa nelayan ini setuju. Makanya nelayan ini minta bantu sama saya karena mereka sudah patah arang semua,” tukas Bambang.

Kapolsek Muntok AKP Taufik Zulfikar yang menyambut kedatangan para nelayan menyarankan agar mereka makan siang dan sholat Zuhur terlebih dulu sembari menunggu audiensi.

” Yang tertib ya..nanti ada perwakilan ditunjuk berapa orang masuk ke dalam ( Kantor DPRD ) koordinasinya ke dalam,” kata Taufik.

Saat ini sebagian nelayan masih menunggu di depan Kantor DPRD Bangka Barat. Rencananya audiensi akan digelar sekitar pukul 13:00 WIB. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: