Sadar Masker Masyarakat Masih Rendah, Tim Gabungan Gelar Operasi Prokes di Pasar Muntok

Muntok — Kabid Penegakan Perda Satpol PP & PB Bangka Barat, Des Kurniawan mengakui, kesadaran masyarakat mentaati protokol kesehatan, khususnya memakai masker di luar rumah masih rendah.

Hal itu terbukti saat digelar Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Pasar Muntok, Jum’at ( 19/3 ) pagi oleh Tim Gabungan Satpol PP, Polres dan Pos AL.

Menurut Des Kurniawan, hanya beberapa menit saja saat operasi digelar, sudah banyak pengunjung pasar yang tertangkap tidak memakai masker. Para pelanggar dikenakan sanksi membeli masker, menyanyi, menyebutkan lima sila Pancasila dan menyapu.

” Dua minggu kemarin kita kesini memang ditemukan banyak pelanggaran orang – orang yang tidak bermasker, karena pasar ini pusat kegiatan masyarakat. Salah satu titik rawan pusat keramaian, makanya kita berusaha menegakkan prokes dengan operasi gabungan Satpol PP, Polres, Pos AL,” ujar Des kepada kabarbangka.com, disela kegiatan.

Dia mengatakan, operasi hari ini merupakan pemanasan sebelum Operasi Yustisi yang akan digelar dalam waktu dekat.

Mengenai sanksi denda yang akan dikenakan bagi pelanggar prokes, menurut dia Bangka Barat belum melakukannya, meskipun di Pemprov hal itu sudah berjalan. Untuk sementara, pihaknya masih menerapkan sanksi sosial yang mengacu kepada Perbup Nomor 62 Tahun 2020.

” Sanksi denda ada di Perda Pemprov Nomor 10 Tahun 2020. Kita juga bisa makai, di Provinsi sudah berjalan, hanya memang untuk masyarakat baru sanksi sosial,” ujarnya.

Saat ini kata dia, kepatuhan masyarakat sudah jauh berkurang. Hal itu disebabkan kesibukan anggotanya di Pelabuhan Tanjung Kalian, tidak seperti masa – masa awal pandemi, dimana anggotanya selalu memantau di wilayah Pasar Muntok.

” Kesadaran masyarakat masih kurang. Hanya di sekolahan kita perketat. Di sekolah cukup baik, kalau disini belum. Sangat disayangkan sekali sebenarnya,” pungkas Des Kurniawan.

Dilain pihak, Danpos AL Muntok, Kapten Laut Yuli Prabowo yang ikut serta dalam operasi ini mengatakan, tingkat kepatuhan masyarakat di Pelabuhan Tanjung Kalian memang lebih baik bila dibandingkan dengan di Pasar Muntok.

Yuli sebagai Koordinator Tim Angla di Pelabuhan Tanjung Kalian bersama timnya selalu mengingatkan para penumpang dan menjatuhkan sanksi lebih tegas bagi pelanggar.

” Dibandingkan di pasar, di pelabuhan lebih patuh karena kita, kalau tidak pakai masker kita tindakan lebih tegas lagi, push up dan menyanyi,” ujarnya.

Dia mengakui, penerapan protokol kesehatan di Bangka Barat belum berjalan maksimal. Penyebabnya, kesadaran masyarakat untuk mematuhinya memang masih rendah.

” Kalau menurut kami belum sangat maksimal lah cuman kadang – kadang kesadaran masyarakat ini yang harus kita ingatkan terus tentang prokes, memang pandemi ini belum selesai. Bila kendor kita laksanakan lagi, ini kemarin kan kita pantau sama teman – teman TNI Polri dan Satpol PP. Kita rapatkan, ada kekendoran lagi kita disiplinkan lagi prokesnya,” tukasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: