Pasien Covid di Bangka Barat Tinggal 3 Orang

HEADLINE, KESEHATAN258 Dilihat

Muntok — Grafik pandemi Covid – 19 di Bangka Barat semakin melandai ke titik paling rendah. Terpantau sejak dua hari dari Kamis kemarin sampai Jum’at ( 10/12 ) hari ini, tidak ada lagi kasus terkonfirmasi positif di seluruh kecamatan.

Bahkan dari data yang dirilis Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat per Jum’at, 10 Desember 2021, pasien yang masih dalam perawatan atau diisolasi tinggal 3 orang.

” Ketiga pasien tersebut menjalani isolasi mandiri secara ketat di rumah masing – masing,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma, saat dikonfirmasi, Jum’at ( 10/12 ) sore.

Menurut Putra, melandainya grafik kasus Covid – 19 di Bangka Barat antara lain didukung oleh beberapa faktor, salah satunya penguatan 3T ( Tracing, Tracking dan Treatment ).

” Kasus terkonfirmasi positif Covid – 19 di Kabupaten Bangka Barat semakin melandai, salah satu faktor pendukungnya penguatan 3 T,” imbuhnya.

Dia menegaskan, menurunnya angka penularan Covid tidak disebabkan oleh tracing dan testing yang sudah dihentikan, bahkan kedua hal tersebut hingga saat ini masih terus dilanjutkan.

” Tracing dan test tetap dilakukan sebagai bentuk kapasitas respons yang benar dalam pengendalian pandemi Covid – 19,” tegas Putra.

Selain itu menurut dia, kendati pandemi semakin melandai, bukan berarti penerapan protokol kesehatan menjadi longgar, tapi tetap harus dikedepankan, termasuk 5M ( Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas ), 3T dan vaksinasi.

” Prokes tetap menjadi modal dasar dalam pengendalian Covid – 19 dengan dasar prokes 5M, 3T dan vaksinasi,” ujar Putra.

Akumulasi kasus pandemi Covid – 19 di Bangka Barat berdasarkan data per Jum’at, 10 Desember 2021, total kasus terkonfirmasi sebanyak 5.635. Dari angka tersebut, 141 meninggal dunia dan 5.491 orang dinyatakan sembuh.

Kecamatan Muntok mencatat kasus terbanyak, yakni 2.674, disusul Kecamatan Jebus sebanyak 920 dan Paritiga sebanyak 706.

Sementara Kecamatan Tempilang 678, Kelapa 354, Simpang Teritip 303 dan Tempilang 678 kasus.

Untuk angka kematian, Kecamatan Muntok menempati urutan teratas sebanyak 56 kasus, disusul Kecamatan Parittiga 35 dan Kecamatan Tempilang 19 kasus.

Di Kecamatan Kelapa, angka kematian tercatat sebanyak 15 kasus, Jebus 11 dan Kecamatan Simpang Teritip hanya 5 kasus. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *