Kursi Kosong Wakil Bupati Babar Semakin Panas, PAN Bersikeras Minta PDIP dan Hanura Mengalah

Muntok – Kekosongan kursi wakil bupati Bangka Barat masih menjadi perdebatan panas diantara tiga partai pengusung pasangan Parhan Ali – Markus ( PAHAM ). Ketiga partai pengusung yaitu, PAN, Hanura dan PDIP bersikeras menyodorkan calon wakil bupatinya, sehingga akan muncul tiga nama.

Tiga nama tersebut, antara Elvidiana dan Dedi Wijaya dari PDIP, Noviar Ishak dari PAN dan Arief Ferdiansyah dari Hanura. Sedangkan DPRD Bangka Barat hanya membutuhkan dua nama untuk dipilih sebagai pendamping Markus.

Ketua DPD PAN Bangka Barat, Dafitri, dengan tegas menyatakan, pihaknya tidak akan mengalah untuk menarik cawabupnya, Noviar Ishak. Dia secara tegas menyatakan, pihaknya tidak akan mundur selangakah pun. Bahkan, Dafitri meminta salah satu diantara PDIP dan PAN untuk legowo dan mengalah.

” Untuk mengkerucut menjadi dua calon, kami menyerahkan kepada PDIP ataupun Hanura, salah satu diantara mereka harus ada yang mengalah. Seandainya masih tetap bertahan, sampai kapan pun tidak akan mengerucut menjadi dua calon,” cetus Dafitri, usai pertemuan dengan Badri Samsu dari PDIP dan Arief Ferdiansyah dari Hanura, di Resto Roemah Keboen, Selasa ( 27/8/2019 ) malam.

Alasan PAN bersikeras kata Dafitri, karena secara etika politik, PAN lebih berhak atas kursi wakil bupati Bangka Barat, mengingat Hahura dan PDIP telah mendapatkan jatah sebelumnya, yaitu almarhum Parhan Ali dari PDIP telah duduk di kursi bupati dan Markus dari Hanura juga telah duduk di kursi wakil bupati.

” Secara etika politik, sekarang kan saudara Markus dari PDIP, andaikan misalnya ( wakil bupati ) terpilih dari PDIP, jadinya bupati PDIP, wakil PDIP, kan lucu juga kan, kita lihat nanti lah, yang jelas PAN tidak bisa disalahkan karena memang ada hak kami,” tukas dia.

Sementara itu, Badri Samsu dari pihak PDIP mengatakan, meskipun hingga saat ini PDIP belum mempunyai nama cawabup yang pasti, antara Elvidiana dan Dedi Wijaya, namun pihaknya juga tetap akan mengajukan cawabup.

Menanggapi pernyataan Dafitri yang meminta PDIP harus legowo dan mengalah, Badri Samsu mengatakan, pertemuan yang digelar hari ini baru langkah awal. Hal itu akan dibicarakan lagi pada pertemuan selanjutnya.

” Kita berharap calon yang kita usung nanti apakah Elvidiana ataupun Dedi Wijaya, nanti bisa membantu Bupati kita menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Bangka Barat,” ucapnya.

Sama halnya dengan Badri Samsu, Arief Ferdiansyah dari pihak Hanura, juga belum bisa memastikan akan mengalah atau tidak seperti permintaan Dafitri, karena Hanura masih akan mempertimbangkan sikap politiknya. Namun dia memastikan, pada pertemuan selanjutnya, tiga nama cawabup telah mengerucut menjadi dua nama.

” Posisi sekarang belum bisa bilang kita legowo dulu kan, kita pertimbangkan dulu sampai pertemuan kedua nanti. Intinya, Hanura pastikan dua nama akan keluar, terlepas nanti siapa yang mengalah atau legowo, dipertemuan selanjutnya lah akan kita pastikan. Saya minta Hanura akan mempertimbangkan sikap politiknya, tadi Ketua PAN bilang tidak akan mundur, anggaplah sedang mempertimbangkan, nanti dipertemuan kedua kita pastikan sudah ada dua nama yang keluar,” ungkap Arief. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: