KUPA PPAS Perubahan APBD 2020 Babar, Proyeksi PAD Bertambah

Muntok — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan DPRD menyepakati KUPA PPAS Perubahan APBD tahun anggaran 2020.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran ( KUPA ) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara ( PPAS ) Perubahan APBD Kabupaten Bangka Barat tahun anggaran 2020 dilaksanakan pada rapat paripurna di Gedung Mahligai Betason II, Kantor DPRD Bangka Barat di Muntok, Jum’at ( 14/8/2020 ).

Bupati Bangka Barat, Markus dihadapan Ketua DPRD Badri Syamsu dan segenap anggota dewan dan hadirin lainnya mengatakan, dalam upaya mencapai sasaran pembangunan serta penyesuaian pada beberapa alokasi yang telah ditetapkan, disusunlah PPAS Perubahan APBD tahun anggaran 2020.

Markus memaparkan, pendapatan semula diproyeksikan sebesar Rp. 900.009.421.572,00 menjadi sebesar Rp. 877.105.363.470, atau menurun sebesar Rp. 22.904.058.101,50 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang semula diproyeksikan sebesar Rp. 72.519.688.000,00, menjadi Rp. 74.663.942.862,00, atau bertambah sebesar Rp. 2.144.254.862,00.

” Dana Perimbangan semula diproyeksikan sebesar Rp. 676.975.064.000,00 menjadi sebesar
Rp. 615.510.133.450,00, atau berkurang sebesar Rp. 61.464.930.550,00,” jelas Markus.

Lain – lain Pendapatan Daerah yang sah lanjut Markus, semula diproyeksikan sebesar Rp.150.514.669.572,00, menjadi sebesar Rp. 186.931.287.158,50, atau mengalami peningkatan sebesar Rp. 36.416.617.586,50.

Belanja, semula diproyeksikan sebesar
Rp. 1.079.280.015.508,36 menjadi
Rp. 977.1 59.114.545,45, atau menurun sebesar Rp. 102.120.900.962,91, yang terdiri dari, Belanja Tidak Langsung, semula diproyeksikan sebesar
Rp. 511.134.180.508,00, menjadi Rp. 470.120.554.401,45, atau menurun sebesar Rp. 41.013.626.108,55 dan Belanja Langsung semula diproyeksikan sebesar Rp. 568.145.835.000,36, menjadi Rp. 507.038.560.144,00, atau menurun sebesar Rp. 61.107.274.856,36.

Pembiayaan, semula diproyeksikan sebesar Rp. 179.270.593.936,36, menjadi sebesar Rp.100.053.751.074,95 yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan semula diproyeksikan sebesar Rp. 191.270.593.936,36, menjadi Rp. 103.053.751.074,95, atau menurun sebesar Rp. 88.216.842.861,41.

” Pengeluaran Pembiayaan semula sebesar Rp. 12.000.000.000,00, menjadi Rp. 3.000.000.000,00, atau menurun sebesar Rp. 9.000.000.000,00,” beber Markus. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: