Ketua KPU Babar: Kita Memilih Bupati Bangka Barat, bukan Bupati Kecamatan

Muntok – Ketua KPU Bangka Barat, Pardi menegaskan, KTP dukungan untuk calon independen Pilkada Bangka Barat 2020 harus KTP elektronik Kabupaten Bangka Barat.

Bagi warga yang baru pindah ke Bangka Barat, pada verifikasi tahap pertama KTP-nya akan diteliti apakah itu KTP elektronik atau bukan, karena yang ditetapkan memenuhi syarat adalah warga yang memiliki KTP elektronik atau Surat Keterangan ( Suket ).

” Dari KTP elektronik atau Suket yang memenuhi syarat maka akan di cek, terdaftar tidak di DPT terakhir, karena basis kita itu DPT. Jadi 128 ribu itu adalah DPT, maka 10%-nya warga yang terdaftar dalam DPT,” jelas Pardi saat sosialisasi di Cafe Katiga, Muntok, Rabu ( 30/10/2019 ) pagi.

Dia menambahkan, bila warga tersebut setelah di cek tidak terdaftar di DPT, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

” Jadi kami memastikannya dengan KTP dan DPT, cek nama di KTP ini masuk nggak di DPT, kalau nggak masuk di DPT bisa jadi orang itu baru pindah makanya dia nggak bisa,” sebutnya.

Dukungan KTP itu pun kata Pardi, tidak hanya dari satu kecamatan saja, tapi harus tersebar di empat kecamatan.

” Karena kita kan memilih bupati Bangka Barat, bukan bupati kecamatan,” cetusnya.

Mengenai jumlah KTP, ia mengatakan tidak ada batasan jumlah konkrit yang ditetapkan KPU.

” Kalau jumlahnya tidak ditentukan, jadi misalnya di Muntok ada 12.000, sisanya seratus lebihnya bisa dari tiga Kecamatan lainnya,” tandasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: