Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Desa Kacung Terungkap, Pelaku Sudah Menyiapkan Pisau

HEADLINE, HUKRIM61 Dilihat

BANGKA BARAT — Polisi terus mendalami kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (18/5/2026) lalu.

Fakta yang mengejutkan dari pendalaman itu cukup mengejutkan, ternyata kasus yang melibatkan pelaku AF alias AJ ( 25 ) dan korban F ( 29 ) itu bukan penganiayaan, tapi memang sudah direncanakan oleh AF alias AJ.

Hal itu diungkap Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, usai menghadiri Konferkab PWI Bangka Barat di Gedung Sriwijaya di Kecamatan Mentok, Kamis ( 21/5 ).

“Memang pada pemeriksaan awal kejadian itu perkelahian, korban mengambil batu dan pelaku mengambil pisau dapur dari rumah,” terang Yos.

“Tapi dari hasil pendalaman, ternyata setelah cekcok di WhatsApp itu, pelaku memang sudah menyiapkan pisau. Begitu korban datang langsung ditusuk satu kali di bagian dada yang membuat korban meninggal dunia,” lanjutnya.

Maka pasal yang akan dikenakan ke pelaku AF alias AJ pun berubah.
Sebelumnya pelaku akan dijerat dengan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 ayat 3 KUHPidana.

Tapi setelah fakta yang sesungguhnya terungkap, kata Yos pelaku akan dijerat
Pasal 459 subs 458 ayat (1) subs 466 ayat (3).

” Setiap orang yang dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, dipidana karena pembunuhan berencana atau setiap orang yang merampas nyawa orang lain atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian,” kata dia.

Sementara motifnya masih sama, cekcok antara korban dan pelaku melalui sambungan telepon serta pesan WhatsApp yang berujung saling tantang.

Awalnya F mencoba menghubungi AF via telepon, namun panggilan tersebut tidak diangkat oleh pelaku.

Tidak lama berselang, F mengirimkan pesan singkat via WhatsApp kepada pelaku yang berbunyi:
“SUSAH GE NELPON K NE CM DK BUTUH ORANG AGIK” (Susah sekali menelepon kamu, seperti sudah tidak butuh orang lagi).

Membaca pesan tersebut, AF alias AJ merasa tersinggung dan emosi. Dia sempat mencoba menelepon balik namun giliran panggilannya yang tidak diangkat FZ.

Ketegangan komunikasi via telepon ini diduga menjadi pemantik awal berujung pada kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa. ( SK )




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *