Kelompok UMKM Barokah di Pasir Kuning Masih Terkendala Lahan Warga

Bangka Barat — Kelompok UMKM Barokah sangat kompak mencari peruntungan bersama – sama di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Apalagi mereka juga bekerja sama dengan Pokdarwis yang mengkoordinir mereka di pantai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Kecamatan Tempilang Abdul Kodir Jailani mengatakan, pihaknya sengaja menata para pedagang tersebut agar lebih teratur.

“Kalau untuk kawasan pedagang memang kita tata. Ada kawasan untuk roda dua kita atur di titik yang mana, terus pakai tenda, khusus kendaraan pasang tenda kita atur wilayahnya masing – masing,” jelas Abdul Qodir di Pantai Pasir Kuning, Tempilang, Minggu ( 15/1/2023 ) kemarin.

Menurut dia, para pedagang ditata dan dikelompokkan sesuai dengan barang dagangannya agar lebih rapi dan para pengunjung pun merasa nyaman dan dipermudah.

“Jadi kita tata lebih rapi jadi para pengunjung itu enak mau jajanan ini kesini, mau jajan mainan di sana, mau jajanan ringan lainnya ada di sana, jadi kita tata lebih rapi,” terang dia.

Menurutnya kendala yang dihadapi untuk memperluas lahan berdagang di Pantai Pasir Kuning salah satunya, di kawasan itu terdapat lahan milik warga setempat, sehingga area yang ada sekarang terbilang sempit.

Karena itu mereka sedang memikirkan solusi terbaik agar pedagang dan pemilik lahan sama – sama untung.

“Minimal kami sebagai pengelola pariwisata memikirkan yang punya lahan bagaimana cara supaya mereka juga dapat penghasilan dari lahan yang dipakai untuk pedagang, ada persentasenya,” ujarnya.

Dikatakan Abdul, pihaknya selalu terbuka untuk pedagang yang ingin berjualan di Pantai Pasir Kuning. Sebab tempat wisata manapun tanpa kehadiran pedagang tidak akan menarik.

“Kalau tidak ada pedagang kayaknya asing nggak ramai. Pengunjung juga nanti tidak betah mau jajan kemana,” ujarnya.

Menurut dia, pengunjung Pantai Pasir Kuning bukan hanya warga Bangka Barat saja, tapi juga dari luar daerah. Para pengunjung dikenakan tiket masuk Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Selain itu Abdul punya rencana untuk membuat galeri yang memajang foto para pengunjung Pantai Pasir Kuning.

“Nanti kita bikin galeri, jadi setiap pengunjung dinas manapun kita foto – foto kita tempel di galeri kita, kita bikin tanggal sekian minggu sekian pengunjung hari ini,” katanya.

Abdul Qodir menambahkan, sejauh ini Pantai Pasir Kuning relatif aman dari tindak kriminal maupun gangguan keamanan lainnya.

“Aman alhamdulillah semenjak kita kelola, yang namanya mabuk-mabukan, maksiat agak menjauh agak minder sendiri tanpa kita tegur tanpa kita apa – apakan. Minder sendiri malu sendiri, alhamdulilah,” tutupnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: