Kejari Babar Komit Tiada Ampun Bagi Orang Dalam Jika Terlibat Pencurian Barang Bukti

BANGKA BARAT, HUKRIM157 Dilihat

Muntok ( Radio Duta ) – Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Bangka Barat, M. Arif menegaskan, jika ditemukan keterlibatan orang dalam pada kasus pencurian barang bukti di Kejari Bangka Barat, Kajari Neva Sari Susanti, Kasi Pidum dan dirinya sendiri telah berkomitmen untuk tidak mengampuni pelaku.

” Pasti kalian mikir ada orang dalam, koq kenapa disarang macan berani masuk. Nanti kita ungkap sama – sama, siapapun pelakunya itu kalau memang terlibat nggak ada ampun. Itu udah komitmen saya, Kasi Pidum, Ibu Kajari,” tandas M. Arif saat ditemui di Kantor Kejari Bangka Barat di Dusun Daya Baru, Muntok, Kamis ( 13/12/2018 ) siang.

Arif mengatakan, pihaknya masih menelusuri keterlibatan orang dalam. Saat ini pihak Kejari masih menyerahkan pemeriksaan sepenuhnya kepada Polres Bangka Barat.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, pelaku yang diduga sebanyak tiga orang itu masuk dari arah belakang Kantor Kejari. Aksi para pelaku diketahui Satpam sekira pukul 16:00 WIB.

” Jadi gini, ini baru analisa saya, kalau untuk lewat depan, koq berani sekali sih? Di belakang itu kan hutan, jadi kemungkinan lewat belakang. Kalau dari Satpam melihat tidak ada kendaraan masuk. Cuman kenapa kita melihat dari belakang? Karena kendaraan mereka tersebut ada di belakang. Setelah kita telusuri pada hari itu juga, motor dibelakang situ, ternyata di belakang itu ada jalan,” tuturnya.

Setelah dipergoki Satpam, para pelaku kabur ketakutan dan meninggalkan beberapa barang milik mereka di TKP. Arif pun memerintahkan Satpam untuk melaporkan ke Polres Bangka Barat.

” Mereka takut, jadi barang mereka ketinggalan, berupa handphone milik tersangka, alat potong dan lain – lain ketinggalan, jadi dalam waktu masih hari itu juga, Polisi sudah berhasil menangkap pelaku,” imbuh Arif.

Sedangkan mesin gardan truk Dyna merah yang dicuri pelaku menurut Arif merupakan barang bukti kasus kehutanan tahun 2011.

” Barang bukti itu sudah lama, itu memang ada di belakang bukan dihalaman yang sini. Udah lama banget itu perkara, itu BB perkara kehutanan tahun 2011,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *