Kaligrafi Naskah dan Dekorasi Mulai Dilombakan di Hari Ketiga MTQH Babel

BANGKA BARAT — Cabang kaligrafi di hari ketiga MTQH ke XIV Provinsi Bangka Belitung 2025 mulai dilombakan. Tempat pelaksaan lomba tulisan indah ini digelar di Aula SMAN 1 Mentok, di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu ( 9/11 ).

Dewan Hakim Fuadi Jama’in dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ( LPTQ ) Provinsi Bangka Belitung mengatakan, kaligrafi hari ini melombakan dua kategori, yakni kaligrafi naskah dan kaligrafi dekorasi, yang diikuti 14 peserta putra – putri dari tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung.

Tapi secara keseluruhan menurut dia, ada beberapa kategori lain juga yang dilombakan pada MTQH tahun ini.

“Hari ini cabang kaligrafi untuk golongan naskah dengan dekorasi. Jadi untuk besok, hari Senin ( 10/11 ) itu kaligrafi hiasan mushab dengan kontemporer,” jelas Fuadi kepada Portal Duta di Aula SMAN 1 Mentok, Minggu pagi.

Selain itu ada cabang kaligrafi yang mulai dilombakan pada MTQH Bangka Belitung tahun ini, yakni lomba kaligrafi digital.

Fuadi menerangkan perbedaan kaligrafi naskah dan dekorasi. Dikatakannya pada kategori kaligrafi naskah, peserta harus membuat tulisan wajib dan tulisan pilihan.

“Dia ditulis di atas kertas karton, dua kertas, satu peserta untuk golongan naskah. Tapi kalau untuk dekorasi itu bentuknya hiasan, ditulis di atas triplek,” kata dia.

Kriteria penilaian untuk cabang kaligrafi naskah dan dekorasi menurut dia antara lain kebenaran kaidah tulisan dan keindahan tulisannya.

Ada juga kategori hiasan mushab, ditulis di kertas karton. Gaya tulisannya seperti lembaran pertama di Al-Quran.

“Seperti misalnya surah Al-Fatihah kan ada hiasan. Kemudian kategori kontemporer itu ada lukisan. Ada ayat yang dibagikan, kemudian peserta memilih lukisan apa yang sesuai dengan ayat itu,” terang Fuadi yang cukup berpengalaman menjadi Dewan Hakim.

Sedangkan cabang baru kaligrafi digital yang baru dilombakan di MTQH Babel, Fuadi mengatakan kaligrafi model ini dibuat menggunakan komputer.

“Cabang yang baru dilombakan di Bangka Belitung itu adalah digital. Pakai komputer. Jadi dibikin dulu di atas kertas, kemudian nanti di-scan pakai komputer,” paparnya.

Fuadi menambahkan, untuk cabang kaligrafi ini tidak ada kabupaten yang menonjol, kemampuan pesertanya rata – rata setara. Juaranya pun pada setiap event MTQH silih berganti atau tidak ada yang mendominasi. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *