Ini Kendala Belajar Daring di Masa Pandemi Covid – 19

Muntok — Meskipun Bangka Barat masih zona hijau, namun pandemi Covid – 19 tetap menjadi ancaman bagi masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Rukiman pada saat rapat bersama Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri dan Menpan RB pada 7 Agustus 2020 lalu, begitu banyak fenomena ancaman serta kendala belajar mengajar daring dipaparkan.

Proses belajar tatap muka tidak bisa dilakukan, sehingga disiasati dengan belajar secara online atau daring. Tapi, solusi tersebut menemui sejumlah kendala, khususnya bagi para siswa.

” Bahkan ada orang tua yang nekad mencuri HP untuk anaknya daring. Kemudian ada paketnya tapi tidak bisa menggunakan HP, punya HP bisa menggunakan HP tapi tidak punya pulsa,” ungkap Rukiman pada acara
Temu Guru Agama Islam se-Kabupaten Bangka Barat yang digagas Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) di Hotel Pasadena, Sabtu (12/9/2020) pagi.

Untuk itu kata Rukiman, para guru harus mencari pola yang efektif agar ilmu yang hendak diajarkan bisa sampai ke para siswa.

Menurut dia, kendala yang paling sulit dialami para guru Taman Kanak – Kanak dan PAUD, sebab disamping mengajar murid – muridnya, mereka juga harus mengajar orang tuanya.

Melihat kondisi seperti itu, pada pertengahan Oktober nanti, bila Bangka Barat masih dalam zona hijau, pihaknya akan memberlakukan kembali proses belajar tatap muka, dengan pembatasan jumlah siswa yang hadir di kelas.

” Namun ada syaratnya, hanya lima orang paling banyak, asal dijaga protokol dengan ketat. Protokol kesehatan biasa 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, ditambah dengan dilarang keluar rumah, kantin ditutup. Gugus Tugas Covid luar biasa untuk berjaga ketat. Kita di sekolah potensial karena berkumpulnya orang dan bisa terpapar,” tukasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: