Dinkes Bangka Barat Gelar Pertemuan dengan Penyehat Tradisional

Muntok ( Radio Duta ) – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Kesehatan Bangka Barat mengadakan pertemuan pembinaan dan pengawasan terhadap penyehat tradisional di Bangka Barat Tahun 2018 di Ruang OR II Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Rabu ( 26/9 ).

Hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Bangka Barat H. Yunan Helmi, Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat, Achmad Nursyandi, Perwakilan Camat seluruh Kecamatan, Kepala Puskesmas yang ada di Bangka Barat, serta penyehat kesehatan yang ada di Bangka Barat.

Narasumber dalam kegiatan adalah pihak Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Bangka Belitung.

Penyehat tradisional merupakan istilah bagi pihak yang melakukan pelayanan kesehatan tradisional yang tidak bertentangan dengan norma agama dan kebudayaan masyarakat.

Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pemahaman tentang regulasi dan arah kebijakan pelayanan kesehatan tradisional dan sebagai sarana pembinaan dan pengawasan kepada para penyehat tradisional di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Sekretaris Daerah Bangka Barat, H. Yunan Helmi, mewakili Bupati Bangka Barat menghadiri dan membuka acara tersebut. Sebagai pembuka, Yunan mengungkapkan rasa senangnya setiap kali membicarakan penyehat tradisional.

“ Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sering digunakan sebagai bahan pembuat ramuan oleh penyehat tradisional. Dan memberikan pengetahuan kepada kita semua bahwa tumbuhan di sekitar kita bisa dimanfaatkan sebagai obat suatu penyakit. Tapi tentunya tidak melupakan dosis agar tetap mendapat manfaatnya,” kata Yunan.

Lebih lanjut, Sekda Yunan mengatakan, program kesehatan tradisional ini juga bertujuan untuk merubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif, sehingga kunjungan masyarakat ke puskesmas bukan untuk mengobati sakitnya, melainkan untuk berkonsultasi kesehatan.

“ Hal ini bisa dicapai dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam melakukan perawatan kesehatan secara mandiri, sebagai upaya pertolongan pertama pada diri sendiri dan keluarga. Oleh karena itu, saya harap Dinkes Bangka Barat dapat terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada penyehat tradisional untuk meningkatkan pelayanan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat di Kabupaten Bangka Barat,” pungkasnya. ( Red 2 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: