Cita – cita Pak Jack, Jadikan Lapangan Gelora Muntok Pusat Keramaian

Muntok — Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian ( DKUP ) Bangka Barat, Muhammad Zakaria sudah memasuki purna tugas atau pensiun. Namun masih ada cita – citanya yang belum tercapai.

Cita – cita tersebut ingin menghidupkan perekonomian kota Muntok. Cikal bakalnya sudah dibahasnya dengan Camat Muntok, Sukandi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Abimanyu dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bambang Haryo Suseno.

” Jadi selama empat tahun ini itu cita – cita saya ingin menghidupkan kota Muntok yang misalnya siang malam bisa aktif ekonominya, cikal bakalnya dengan Pak Camat dengan Pak Abimanyu, Pak Seno juga,” ungkap pria yang akrab dipanggil Pak Jack ini dalam acara pelepasan purna bhaktinya di Resto Roemah Keboen, Muntok pada Senin ( 29/3 ) siang.

Lapangan Gelora akan menjadi pusat keramaian tersebut, dimana para pelaku UKM akan menggelar dagangannya disitu. Dia menegaskan, apabila Lapangan Gelora benar – benar telah menjadi pusat keramaian, bagi para pedagang yang sebelumnya membandel tidak mau dipindahkan ke Gelora, nanti tidak akan diajak lagi.

” Mungkin kecil, dari tenda – tenda di Gelora. Yang nggak mau nanti sudah pindah segala macam, kalau saya, biarlah dia tidak akan diajak lagi ke Gelora. Biarlah dia tetap tertinggal. Kita harus tegas, kita harus keras mendidiknya. Jadi andai kata ini mencuat jadi pusat yang lain akan menyesal dengan sendirinya,” tukas Pak Jack.

Sebab kata Pak Jack, Pemerintah Daerah benar – benar akan menjaga dan memfasilitasi itu. Dari kajian yang dilakukan BAPPEDA dan Disparbud, Lapangan Gelora merupakan ruang terbuka hijau.

” Nanti dari Pariwisata pameran disitu, yang saya minta kalau pameran pembangunan jalan lagi, disitu juga, nggak usah kantor bupati. Disitu juga ramai pusat kota itu. Tapi kalau dipecah – pecah agak susah,” imbuhnya.

Para pelajar SLTA nantinya bisa mengadakan pagelaran musik rock, melayu dan lain – lain di Lapangan Gelora, dengan alat musik yang difasilitasi dari Pemda. Dampaknya kata Pak Jack, bisa menghidupkan perekonomian.

” Jadi setiap malam Minggu, malam Sabtu misalnya pagelaran disana. Anak – anak diantar orang tuanya, orang tuanya bisa ngopi – ngopi sambil menunggu. TK PAUD itu disana misalnya belajar nulis segala macam. Orang tuanya mak maknya ngiringin sambil jajan disana segala macam. Ini baru cikal bakal dijadikan pusat, apabila penuh baru dicari yang lain. Ini yang belum tercapai,” cetus Pak Jack. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: