BANGKA BARAT — Sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat yang baru saja dilantik, Fachriansyah sudah memiliki jurus – jurus untuk pengembangan kepariwisataan di Bumi Sejiran Setason.
Menurut dia kepariwisataan harus memiliki Tiga A, yakni Atraksi (daya tarik), Aksesibilitas (kemudahan untuk dijangkau), dan Amenitas (fasilitas pendukung).
“Nah, saya ingin memulai dari hal-hal yang kecil. Atraksi itu alhamdulillah sudah banyak di Bangka Barat atraksi-atraksi wisata. Tetapi atraksi juga mengandung daya tarik. Bagaimana kami menata, memoles hal-hal yang kecil,” kata Fachriansyah di kantornya, Rabu ( 22/10 ).
Hal kecil yang dia maksud salah satunya memoles daya tarik Kelenteng Kung Fuk Miau dan Masjid Jamik sebagai ikon keharmonisan beragama di Bangka Barat menjadi lebih menarik lagi.
“Kita akan menata kembali daerah seputar situ. Sehingga wisatawan yang dari manapun, apalagi dari Hotel Yasmin, pagi-pagi mereka berjalan kaki, mereka bisa memanfaatkan spot foto di situ. Supaya memang view-nya memang betul-betul bagus,” ujarnya.
Menurut Fachriansyah, selain itu semua orang, termasuk warga lokal Kecamatan Mentok harus diperlakukan sebagai wisatawan. Misalnya orang-orang yang akan berbelanja ke Pasar Mentok matanya harus dimanjakan dengan pemandangan indah.
Karena itu sudut-sudut Kota Mentok dan jalannya harus ditata betul-betul bersih, sehingga mata orang yang melihat akan merasa dimanjakan dan
dengan senang hati belanja ke pasar ikan.
“Nah, nanti mungkin kami akan kolaborasi dengan kepala dinas ataupun kabid perdagangan bagaimana juga nantinya memoles pasar ikan. Jadi pasar ikan juga kami akan targetkan sebagai daerah tujuan wisata,” imbuh dia.
“Itu hal-hal yang kecil. Kita selama ini kan selalu berpikir yang besar. Kalau berwisata itu ke Menumbing, ke pantai. Padahal hal-hal yang kecil itu kami harus perhatikan juga,” imbuh Fachriansyah.
Maksimalkan Kantong PAD
Fachriansyah juga akan memaksimalkan dua kantong pendapatan asli daerah ( PAD ) dari dua destinasi wisata di Mentok, Pantai Batu Rakit dan Menumbing.
“Kami akan memaksimalkan ini, kami akan memoles lagi dan meningkatkan layanan kami. Mungkin layanan saat ini sudah maksimal, tapi kami akan pertahankan dan kami akan maksimalkan,” kata Fachri.
Salah satu langkah untuk hal itu kata dia dengan pelayanan ramah dan manis sehingga para pengunjung akan terkesan.
“Dari sini tiga ya, sapa, senyum, salam dari kawan-kawan yang berjaga gerbang itu. Sehingga ini nantinya paling tidak akan menambah kesan bahwa dunia pariwisata Bangka Barat memang sungguh-sungguh menarik,” jelasnya.
“Nah ini In Syaa Allah orang akan ngajak yang lain berbondong – bondong, sehingga disitulah pemasukan-pemasukan walaupun dari kecil-kecil bisa ditingkatkan,” sambung dia. ( SK )
Begini Jurus – jurus Kadisbudpar Bangka Barat Kembangkan Pariwisata dan Dongkrak PAD





























