Markus Pegang Centong Semen, Letakkan Batu Pertama Rumah Produksi Buah Keranji

 

Muntok — Dengan mengenakan APD lengkap, Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., meletakkan batu pertama pembangunan rumah produksi pengolahan buah keranji, galeri, jalan paving blok dan drainase di Kebun Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, Rabu ( 5/8/2020 ) pagi.

Setelah itu, Kades Air Putih Ayun Permana, Camat Muntok, Sukandi, Kadis PUPR Suharli dan perwakilan Balai Prasarana Pemukiman wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darmawanto juga ikut memegang ember semen dan meletakkan batu pondasi bakal bangunan tersebut.

Markus dalam sambutannya mengatakan, di Desa Air Putih akan dibangun rumah produksi dan pemasaran buah keranji melalui program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU ) Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat ( BPM ) Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas ( PPMK ), Kementerian PUPR.

” Di Desa Air Putih ini dibangun rumah produksi dan rumah pemasaran . Seperti kita ketahui program KOTAKU, Kota Tanpa Kumuh sangat kita apresiasi dan kita dukung karena kita tahu Desa Air Putih ini penghasil buah keranji. Program dari Kementerian ini salah satunya untuk mendukung apa yang dihasilkan oleh masyarakat,” kata Markus.

Dikatakan Markus, Desa Air Putih memang terkenal sebagai penghasil buah keranji. Dia yakin, desa ini kedepan akan mengalami kemajuan. Sebab selain rumah produksi, di wilayah desa ini, tepatnya di Kampung Tanjung Ular juga akan dibangun pelabuhan barang.

” Kalau tidak ada aral melintang tahun ini akan dibangun Pelabuhan Tanjung Ular. Saya dapat informasi rencananya akan dibangun dalam waktu kurang lebih tiga tahun dengan total anggaran 100 miliar lebih yang akan dibangun oleh Kementerian Perhubungan,” tukasnya.

Bupati meyakini, keberadaan pelabuhan tersebut nantinya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar dan juga Bangka Barat.

” Saya katakan kenapa kami ingin sangat kuat sekali untuk membangun pelabuhan, karena kita tahu kalau ada pelabuhan biasanya ekonomi di sekitarnya akan meningkat. Kita sudah ada pelabuhan feri tapi kita belum ada pelabuhan barang. Nah kalau pelabuhan barang ini jadi, kita berharap ekonomi masyarakat sekitar dan Bangka Barat akan semakin baik,” tukas Markus. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: