Vaksinasi Tahap Dua di Babar Sasar Pelayanan Publik dan Wartawan

Muntok — Vaksinasi Sonivac di Kabupaten Bangka Barat tahap pertama telah selesai. Untuk tahap kedua, Satgas Penanganan Covid-19 saat ini sedang melakukan pendataan. Data tersebut akan menjadi dasar kebutuhan vaksin dan logistiknya.

Sasaran penerima vaksin pada tahap kedua ini kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma adalah instansi pelayanan publik, termasuk wartawan.

Bahkan pihaknya telah berkirim surat kepada Ketua PWI Bangka Barat untuk mendata anggotanya, termasuk seluruh wartawan lain yang bertugas di Bangka Barat.

” Kami masih mendatanya. Tahap kedua ini, untuk pelayanan publik. Misalnya untuk ASN, Kepolisian, TNI, atlet, Organda, terus untuk wartawan juga dan lainnya,” jelas Putra, Selasa ( 16/2/2021 ) di ruang kerjanya.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Diharapkan vaksinasi tahap kedua ini dapat berjalan lancar. Sebelum divaksin, penerima akan menjalani screening terlebih dahulu. Selain cek kesehatan, orang yang bersangkutan akan menjawab pertanyaan – pertanyaan dari petugas medis.

” Nanti kan ada empat meja. Sebelum divaksin akan di screening dulu, cek tensi darah dan menjawab beberapa pertanyaan dari petugas. Di sana nanti dilihat, dia dapat menerima (vaksin) atau tidak,” jelas dia.

Jika sebelumnya disebutkan penerima vaksin tidak dapat dilakukan kepada orang – orang usia lanjut atau Lansia, namun berdasarkan Surat Edaran terbaru, hal itu bisa dilakukan. Menurut Putra, terdapat perbedaan terkait jarak suntikan pertama dan kedua.

” Kalau untuk Lansia nanti, suntikan tahap kedua harus diberikan setelah 28 hari setelah suntikan pertama. Sedangkan untuk penerima biasa atau yang masih muda, jarak antara suntikan pertama dan kedua hanya 14 hari,” katanya.

Putra menghimbau agar masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin, sebab program dari Pemerintah ini tidak lain bertujuan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia menegaskan, vaksin ini aman dan tidak menimbulkan efek samping yang patut dikhawatirkan.

” Kan sudah terbukti pada tahap pertama, Forkopimda kita aman – aman saja. Kita juga akan selalu siap bila ada keluhan pasca divaksin. Kita ingin masyarakat Bangka Barat ini yakin, kalau vaksinasi itu tidak berbahaya. Ditambah lagi manfaatnya begitu banyak, terutama imunitas kita menjadi lebih baik,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: