Sepuluh Unit Truk Angkut Solar Diamankan Polres Bangka Barat

Muntok – Upaya penyelundupan BBM diduga solar berhasil dihentikan Polres Bangka Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat, AKBP Firman Andreanto, di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Sabtu ( 16/3/2029 ) pukul 03:00 WIB dini hari.

BBM diduga solar tersebut berasal dari daerah Sumatera Selatan dan diangkut dengan 10 unit mobil truk.

Dari operasi itu, Polres Bangka Barat mengamankan sepuluh orang supir truk yaitu, Ahmad Marsidi (27) warga Alang-alang Kebar kota Palembang,
M. Najamudin (21) warga Betung Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Aan Afriansyah (28) warga Desa Taja Mulya Dawas RT/RW 007/003 Kecamatan Betung Kabupaten Musi Banyuasin, Nurman (30) warga Dusun I RT/RW 002/001 Desa Terbanggi Subing Kabupaten Lampung Tengah dan Dusun I Desa Tebing Bulang, Sungai Keruh Musi Banyuasin, Budi (34) warga Kampung Belakang Pasar RT 11 Kecamatan Kedondong Raye, Musi Banyuasin, Rendi (35) warga warga Dusun II RT. 002 Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh Musi Banyuasin, Holden (45) warga Dusun Purwosari RT/RW 012/004 Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, Abdullah Sani (41) warga Dusun III RT/RW 013/005 Desa Talang Jaya Mulya Kecamatan Betung, Musi Banyuasin, Exggi Syampurna (20) warga Dusun III Desa Ulak Paceh Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin dan Candra Irawan (18) warga Dusun III Desa Ulak Paceh Kecamatan Lawang Wetan Musi Banyuasin.

Jenis truk yang digunakan yaitu delapan unit Mitsibushi Canter berwarna kuning dengan muatan masing – masing sekitar 10 ton BBM diduga solar.

Dua truk lagi, juga dengan muatan masing – masing 10 ton, diamankan pada Senin ( 11/3/2019 ) yang dikemudikan Nasir ( 53 ), warga Dusun IV Desa Dawas Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin dan Bunsu ( 26 ), juga berasal dari Desa Dawas Musi Banyuasin.

Menurut Kapolres Bangka Barat, AKBP Firman Andreanto, penangkapan sepuluh truk tersebut dilakukan saat Polres Bangka Barat sedang melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan ( K2YD ) yang menyasar senjata tajam, narkoba, barang illegal, barang pokok dan barang penting lainnya.

Para pelaku diduga telah melakukan tindak pidana “setiap orang yang melakukan niaga bahan bakar minyak tanpa izin dari pihak berwenang dan setiap orang yang meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf d Jo Pasal 23 dan Pasal 54 Jo Pasal 28 ayat (1) UU nomor 22 Tahun 2001 Jo Pasal 55 KUHPidana. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: