Penyelundup Gagal Samarkan Ratusan Kilo Daging Babi di Bawah Tumpukan Jagung

Muntok — Sebanyak 300 kilogram daging babi ilegal diamankan Tim Gabungan Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Muntok, KSOP dan Satgas Angkutan Laut (Angla), Kamis ( 27/8/2020 ) malam.

Menurut Dokter Hewan Karantina Pertanian Wilker Muntok, Wawan Nazaruddin, modus yang digunakan para pelaku, ratusan daging babi tersebut disembunyikan dibawah tumpukan belasan ton jagung dan dimuat ke dalam truk nopol BN 8765 RQ yang dikemudikan Deby Saputra ( 20 ) warga Pal 2, Muntok.

Wawan memaparkan, truk tersebut menyeberang ke Muntok dengan menumpangi kapal fery Darma Kosala.

Rencananya, ratusan kilogram daging babi tanpa dokumen itu akan diselundupkan dari Palembang, Sumatera Selatan ke Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Namun upaya penyelundupan gagal total saat dilakukan pemeriksaan muatan di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Muntok.

” Sampai sini diperiksa muatannya jagung, setelah diperiksa lagi dibuka terpal semua ketemu ini daging babi. Masuknya semalem, kapal trip extras Darma Kosala, jam enam malam kalau berangkat dari Tanjung Api Api-nya,” beber Wawan Nazaruddin di kantornya, Jumat ( 28/8 ).

Selanjutnya kata Wawan, daging babi selundupan tersebut rencananya akan dimusnahkan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Muntok karena sudah tidak layak konsumsi.

Dia menambahkan, saat ini petugas gabungan dari Kantor Karantina, KSOP dan Satgas Angkutan Laut (Angla), masih akan meminta keterangan dari pemilik daging babi asal Palembang itu.

Apalagi saat ini Pemerintah baik Pusat maupun Daerah sedang gencar – gencarnya mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika ke Indonesia.

” Ini masih menunggu pemiliknya, rencananya pemusnahan di belakang kantor disaksikan pihak terkait lainnya. Untuk mencegah penyebaran penyakit kemungkinan dimusnahkan karena daging tidak layak konsumsi. Apalagi posisi sekarang ini Babel berupaya memerangi virus ASF,” pungkas Wawan. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: