Tim Gabungan Bakar 300 Kilogram Daging Babi Selundupan

Muntok — Daging babi sebanyak 300 kilogram yang gagal diselundupkan dari Palembang, dimusnahkan Tim Gabungan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Muntok dan Satgas Angkutan Laut (Angla ).

Para petugas membakar ratusan kilo daging – daging tersebut sebelum dikubur ke dalam tanah. Pemusnahan dilakukan di area Kantor Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang Kelas II Wilker Muntok pada Jum’at ( 28/8/2020 ) kemarin.

Kasi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, drh. Akhir Santoso, mewakili Kepala Balai menjelaskan, ratusan kilogram daging babi tersebut masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok tanpa mengantongi dokumen apa pun, termasuk dokumen karantina dari daerah asalnya, Palembang, Sumatera Selatan.

“Jadi daging babi tersebut dilakukan pemusnahan, selain tidak dilengkapi dengan dokumen karantina sertifikat sanitasi produk hewan (KH-12) dari daerah asal, kondisinya sudah mulai busuk dan tidak terjamin kesehatannya,” beber Akhir Santoso, Sabtu ( 29/8 ).

Akhir menambahkan, 300 kilogram daging babi tersebut dipergoki Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang Kelas II Wilker Muntok, Pos AL Bangka Barat, KSOP, KKP dan instansi lain yang termasuk dalam Tim Satgas Angkutan Laut ( Angla ) pada Kamis, ( 27/8 ) malam.

Saat itu kata dia, Tim mencurigai dua truk yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian. Setelah diperiksa, ditemukan muatan jagung tanpa dokumen. Selain itu, saat terpal penutup dibuka, petugas menemukan daging babi yang dikemas ke dalam tiga karung. Akhir Santoso menegaskan, akibat upaya penyelundupan tersebut, pemilik daging babi dapat dikenakan tindakan teknis karantina dan dipidana.

” Pemilik dapat dikenakan pidana menurut Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 88 huruf (a) dan huruf (c) Jo. Pasal 35 ayat 1 huruf (a) dan huruf (c), dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00,” pungkas Akhir Santoso. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: