Pemkab dan DPRD Babar Sepakati Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020

Muntok — DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyepakati Raperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rapat paripurna di Gedung Mahligai Betason II, Kantor DPRD Bangka Barat di Muntok, Senin ( 14/9/2020 ).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Bangka Barat, Miyuni Rohantap dan sejumlah anggota dewan menyetujui perubahan APBD tahun anggaran 2020 setelah sebelumnya telah dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD ), OPD terkait dan DPRD Bangka Barat pada tanggal 1 September 2020.

Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., menyampaikan secara ringkas perubahan APBD tahun anggaran 2020 yang telah disetujui bersama.

Pendapatan, dari anggaran semula sebesar Rp. 900.009.421.572,00, menjadi sebesar Rp. 875.292.782.195,50 yang terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) sebesar Rp. 72.519.688.000,00
menjadi Rp.74.663.942.862,00, atau bertambah sebesar Rp. 2.144.254.862,00.

” Dana Perimbangan semula sebesar Rp.
676.975.064.000,00, menjadi sebesar
Rp. 615.510.133.450,00, atau berkurang sebesar Rp.61.464.930.550,00,” jelas Markus.

Lain – lain pendapatan daerah yang sah, papar Markus, semula sebesar Rp.150.514.669.572,00, menjadi Rp.185.118.705.883,50, atau bertambah sebesar Rp. 34.604.036.311,50.

Sedangkan Belanja, semula dianggarkan sebesar Rp.1.079.280.015.508,36 menjadi sebesar Rp.975.346.533.270,45 atau menurun sebesar Rp. 103.933.482.237,91, yang terdiri dari, Belanja Tidak Langsung sebelum perubahan sebesar Rp. 511.134.180.508,00 menjadi Rp. 470.120.554.401,45 atau menurun sebesar Rp. 41 .013.626.106,55.

” Belanja Langsung semula sebesar
Rp. 568.145.835.000,36 menjadi Rp.505.225.978.869,00 atau menurun sebesar Rp.62.919.856.131,36.

Markus melanjutkan, perbandingan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung setelah perubahan adalah, 48,20% untuk Belanja Tidak Langsung dan 51,80% untuk Belanja Langsung.

Penerimaan Pembiayaan, semula diproyeksikan sebesar Rp.191.270.593.936,36 menjadi Rp. 103.053.751.074,95, atau menurun sebesar Rp. 88.216.842.861,41.

” Pengeluaran Pembiayaan semula diproyesikan sebesar Rp. 12.000.000.000,00 menjadi Rp. 3.000.000.000,00 atau menurun sebesar Rp. 9.000.000.000,00,” pungkas Markus. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: