BANGKA BARAT — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat belum melihat kemungkinan pengelolaan destinasi wisata ikonik bersejarah Bukit Menumbing diserahkan ke pihak swasta.
Menurut Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat Fachriansyah, hal itu masih harus dikaji lebih lanjut.
“Kalau dikelola oleh swasta ini kami harus lakukan kajian lebih lanjut,” kata Fachriansyah kepada Portal Duta, di ruang kerjanya, Rabu ( 22/10 ).
“Selama ini kan sudah bagus, tetapi di tempat lain seperti di Kabupaten Belitung atau pun di daerah di Sungailiat itu dikelola oleh swasta, kan memang mereka punya dana yang besar,” lanjut dia.
Menurut Fachri memang di jaman Bangka Induk sebelum pemekaran Kabupaten Bangka Barat, Bukit Menumbing pernah dikelola pihak swasta.
Tapi ternyata hasilnya tidak jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pemerintah daerah sendiri.
Karena itu sisi positif dan negatifnya menurut dia perlu pertimbangkan lebih lanjut.
Namun bila memang ada pihak swasta yang bisa menawarkan sesuatu yang dapat menguntungkan pemda, kata Fachri pihaknya tidak akan menolak.
“Jadi intinya apa yang mereka persembahkan? yang ending-endingnya kan PAD,” ujar dia.
“Nah kalau mereka bisa menawarkan sesuatu untuk PAD Bangka Barat, kenapa tidak? Dan memang kita berpikir mungkin dengan pengeluaran sekecil-kecilnya kita bisa mendapatkan pendapatan yang sebesar-besarnya,” tambah dia. ( SK )
Mungkinkah Menumbing Dikelola Swasta? Begini Komentar Disbudpar Bangka Barat





























