Laka Tambang di Tempilang, Polisi Sudah Kantongi Nama Pemilik Tambang

HEADLINE, Peristiwa447 Dilihat

BANGKA BARAT — Lokasi tambang rakyat TK 2367, Lemba Jambu, Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat diketahui berada dalam wilayah IUP PT. Timah Tbk.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan pemilik tambang tersebut diketahui bernama Latief (43), warga Gang Anyai, Desa Tempilang.

Saat ini, nama tersebut telah dikantongi pihak kepolisian dan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat.

Pradana menegaskan pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menangani kejadian ini, termasuk akan memanggil pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan tambang, terutama menyangkut penerapan standar keselamatan kerja.

“Kami akan memanggil dan memeriksa pemilik tambang serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas operasional di lokasi ini. Aspek keselamatan kerja menjadi perhatian serius, dan kami tidak akan membiarkan kelalaian yang mengorbankan nyawa,” tegas Kapolres.

Dalam kegiatan penanganan di lokasi, Polres Bangka Barat menerjunkan tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Fajar Riansyah bersama personel dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim.

Mereka melakukan olah TKP, evakuasi korban serta mengumpulkan bukti-bukti awal dan keterangan dari para saksi di lapangan.

“Kami masih mengumpulkan informasi terkait status legalitas tambang dan pelaksanaan standar operasional kerja di lapangan. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tindak sesuai prosedur,”ujar AKP Fajar Riansyah di lokasi kejadian.

Polres Bangka Barat akan mengawal proses investigasi ini secara transparan dan profesional, serta memastikan tidak ada pihak yang luput dari tanggung jawab hukum jika terbukti lalai.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tambang menelan korban jiwa kembali terjadi. Kali ini 3 pekerja tambang tewas tertimbun tanah longsor di lokasi tambang rakyat TK 2367, Lemba Jambu, Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jumat ( 22/8/2025 ) siang.

Peristiwa bermula saat alat berat jenis ekskavator sedang beroperasi bersama para pekerja. Tiba-tiba tanah tinggi di depan alat berat itu longsor dan menimbun dua orang pekerja.

Tak berselang lama, longsor susulan terjadi dan menimpa operator ekskavator hingga ikut tertimbun.

Dua korban telah berhasil ditemukan, yaitu Ferdi, warga Gang Rasyid Desa Tempilang serta Dandi, warga Desa Air Lintang.

Keduanya dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Asmadi, warga Dusun Kelekak Kabung, Desa Benteng Kota, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. ( Red )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *