Erzaldi: ODP yang Bandel Akan Dijemput Paksa

Muntok — Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman tidak menampik, dengan dibukanya Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat, resiko masuknya pendatang yang terpapar Covid – 19 akan semakin besar. Namun ia menegaskan, diberlakukannya kebijakan ini bukan berarti membuka lebar resiko.

Dia menyebut, resiko tersebut akan diminimalisir. Salah satu langkah yang diambil yaitu memastikan masyarakat yang baru datang tidak terpapar Covid – 19. Langkah lainnya dengan memakaikan gelang kepada masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pengawasan ( ODP ).

” Mereka kita minta jangan keluar rumah selama 14 hari. Kalau keluar rumah 14 hari, ini kan sudah pakai sistem ni, sudah pakai gelang, ada yang melanggar tiga kali peringatan tidak digubris, kita akan jemput secara paksa kita isolasi,” cetus Erzaldi saat memantau Pelabuhan Tanjung Kalian, Minggu ( 19/4/2020 ) siang.

Dia menegaskan, kebijakan untuk membuka pelabuhan harus dilakukan dengan pertimbangan banyaknya masyarakat Babel yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Siapi Api. Kemungkinannya, bila dibiarkan mereka akan kehabisan uang dan terlantar.

” Sekarang misalnya, masak kita membiarkan masyarakat kita menunggu di pelabuhan sana, uang semakin habis, disana juga mereka tidak tahu mau ngapain, nah kebijakan – kebijakan seperti ini harus kita ambil. Tetapi kita juga harus membuat sikap disini, bagaimana sikapnya? meminimize ( resiko ) tadi agar kawan – kawan ini kita pastikan tidak terpapar,” tandasnya.

Orang nomor satu Babel ini menegaskan, memang tidak ada jaminan orang – orang yang datang ke Bangka tidak terpapar Covid – 19. Untuk menjaga segala kemungkinan, dia mengajak semua pihak untuk bekerja sama, sebab masalah ini tidak dapat diselesaikan sendiri – sendiri.

” Dari awal saya sampaikan, menyelesaikan masalah ini tidak bisa sendiri – sendiri, semua, Pemerintah Pusat, Pemprov, Kabupaten/kota, sampai desa, semua dan termasuk juga kepada mitra – mitra kita masyarakat kita yang mampu ayo bantu yang tidak mampu, yang tidak mampu ayo kita bersama – sama memahami kedisiplinan kita harus kita tambah. Jangan nanti menjadi beban kita bersama, disiplin itu perlu,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: