Diterkam Buaya, Febri Ditemukan Tim SAR Sudah Tak Bernyawa

HEADLINE, Peristiwa621 Dilihat

BANGKA — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tubuh Febri pada Jum’at ( 4/7 ) pukul 16.47 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan jasad korban berjarak 1 km dari lokasi kejadian awal, tepatnya di pinggiran kolong eks tambang timah yang terhubung dengan Sungai Pelaben.


Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa menjelaskan pencarian Febri selama 3 hari sejak informasi diterima akhirnya menemukan titik terang.

“Korban berhasil kita temukan saat melakukan penyisiran bersama dengan keluarga korban menggunakan Rubber Boat dan perahu milik para pekerja timah,” jelas Oka.

Menurut Oka saat ditemukan kondisi tubuh korban tidak utuh. Selanjutnya tubuh Febri dibawa ke rumah keluarganya di Desa Baturusa, Kabupaten Bangka.

“Terima kasih kepada tim SAR gabungan yang turut membantu dalam proses pencarian terhadap korban. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” kata Oka.

Diberitakan sebelumnya, seorang penambang timah dilaporkan diterkam buaya di Sungai Pelaben, Jembatan Air Anyir, Kabupaten Bangka, Rabu ( 2/7/2025 ).

“Kita menerima informasi kejadian ini dan bergegas mengirimkan tim rescue untuk membantu mencari korban,” kata Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa, Kamis ( 3/7 ).

Korban diketahui bernama Febri (L/19) sebelumnya diketahui pada 2 Juli 2025 pukul 17.45 WIB sedang memperbaiki alat ponton untuk menambang timah, sembari mendorong ponton tersebut bersama temannya.

“Saat pukul 18.21 WIB teman korban bernama Iwan melihat korban diterkam buaya di dekat ponton dan ditarik hingga ke dalam sungai,” imbuh Oka.

Rekan Pebri yang menyaksikan kejadian itu segera melaporkan kejadian tersebut ke keluarga korban. Selanjutnya keluarga korban melaporkan ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.

Menerima informasi tersebut, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian yang berada di Sungai Pelaben.

Setiba di lokasi, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, Babinsa Desa Air Anyir, Koramil, BPBD Bangka, Laskar Sekaban, masyarakat beserta pihak keluarga korban melakukan upaya pencarian.

“Tim menyisiri air menggunakan perahu kayu. Basarnas dalam kejadian ini turut mengerahkan 1 unit drone DJI Mavic 3 Thermal untuk mendeteksi keberadaan suhu tubuh korban maupun hewan buas tersebut,” kata Oka.

Upaya pencarian pada malam hari ini dimaksimalkan menggunakan pantauan visual drone thermal serta masyarakat turut melakukan penyisiran dengan kapal kayu. Namun Pebri belum ditemukan.

“Semoga upaya pencarian terhadap korban dapat segera membuahkan hasil,” harap Oka. ( SK )




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *