Dinkes Bangka Barat Cegah DBD dengan Sosialisasi dan Mengajak Jaga Kebersihan

Muntok — Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue ( DBD ) yang dilakukan Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kabupaten Bangka Barat antara lain, melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih agar bebas jentik nyamuk.

” Jadi beberapa hal yang kami fokuskan, yang pertama sosialisasi tetap, kawan – kawan Puskesmas memang menggalakkan sosialisasi. Kita juga mengajak masyarakat untuk memastikan bahwa di rumahnya tidak ada jentik. Jadi ini peran serta masyarakat ditambah sosialisasi itu akan menguatkan konsep pengendalian,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P ) Dinkes Bangka Barat, M. Putra Kusuma di ruang kerjanya, Senin ( 8/3 ).

Sedangkan fogging atau penyemprotan baru bisa dilakukan setelah timbul kasus. Menurut Putra, fogging merupakan solusi terakhir penanganan DBD, karena metode ini harus melewati beberapa tahapan.

Tahap pertama, pihak Dinkes menerima konfirmasi kasus DBD. Setelah itu dilakukan penyelidikan epidemiologi. Kemudian dilakukan penyemprotan dengan radius 100 meter dari titik sekitar kasus dengan persentase rumah yang ada jentik diatas 5%.

” Maka tadi di awal saya bilang, rumah itu seharusnya tidak ada jentik. Idealnya rumah yang sehat tidak ada jentik. Baik di dalam maupun diluar rumah itu dibersihkan yang potensial mengandung jentik, ban bekas, tempat penampungan air juga botol – botol bekas diluar rumah itu dibersihkan,” paparnya.

Disamping itu lanjut Putra, bubuk Abate juga efektif untuk membunuh jentik nyamuk Aedes Aegypti, dengan cara ditaburkan di tempat penampungan air. Namun, metode ini hanya bisa dilakukan di dalam rumah dan tempat – tempat tertentu saja.

” Nggak mungkin setiap kaleng terbuka diluar rumah kita kasih Abate, yang bisa dikasih Abate itu bak mandi, gentong penampungan air, misalnya kita nampung air diluar untuk nyiram bunga dan cuci motor, air bukan untuk dikonsumsi. Jadi Abate fungsinya disitu biar tepat sasaran. Kalau kaleng atau wadah terbuka di luar rumah sebaiknya dibalik, airnya dibuang,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: