Dampak Tanjung Kalian Ditutup, Masih Ada Penumpang Tidur di Pelabuhan

Muntok — Sekretaris Satuan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid -19 Bangka Barat, Sidarta Gautama mengatakan, pihaknya kini telah menerapkan Surat Edaran Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru yang telah disesuaikan dengan Instruksi Presiden RI terkait larangan mudik.

Dengan demikian kata Sidarta, Pelabuhan Tanjung Kalian kembali ditutup untuk penumpang, kecuali kendaraan logistik dan kebutuhan dasar.

Meskipun sudah ada larangan, namun masih ada penumpang yang ingin menyeberang. Sidarta menegaskan, kali ini pihaknya bersikap tegas tidak memberi izin lagi.

” Sudah tidak bisa lagi kita layani, beberapa sudah protes disana minta tempat untuk singgah karena kita nggak kasih lagi, kalau dikasih tambah banyak lagi nanti. Jadi mau tidak mau seperti itu yang kita lakukan supaya tidak bertambah banyak terus di pelabuhan dan sekitarnya,” ujar Sidarta dalam Konferensi Pers di OR II Setda Pemkab Bangka Barat, Jum’at ( 24/4/2020 ) siang.

Kasat Pol PP dan PB Bangka Barat ini membenarkan, dampak dari perubahan aturan tersebut, masih ada penumpang yang tidur – tiduran di pelabuhan. Bahkan pada Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB, dia menyebut masih ada 80 orang penumpang yang minta diizinkan menyeberang ke Tanjung Api Api.

” Presiden sudah katakan bahwa per pukul 00.00 WIB tidak ada lagi perjalanan, ya udah kalau kita sebrangkan berarti pukul 02.00 nyampenya kan, sedang kan Tanjung Api – Api jam 00.00 sudah berkemas harus mengikuti instruksi Presiden sehingga nggak bisa dikasih lah,” jelasnya.

Lanjut Sidarta, ada sebagian calon penumpang yang memahami dan telah pergi dari Pelabuhan Tanjung Kalian, namun ada pula sebagian yang masih menunggu. Bahkan mereka mengaku tidak punya uang lagi.

” Makanya kita usahakan sore ini mereka kita bubarkan, bila perlu nanti kita bisa koordinasi dengan Dinas Perhubungan kita, mungkin pakai bis diantar ke Pangkalpinang. Nah kalau sudah di sana terserah lah mau ke Koba atau kemana, sampai disitu lah batas kemampuan kita nolongnya. Kalau memang ini butuh jalan keluarnya,” pungkas Sidarta. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: