Pria Paruh Baya Hilang di Perairan Tanjung Ular saat akan Jemput Anggota Satgasus PT Timah

HEADLINE, MARITIM696 Dilihat

BANGKA BARAT — Seorang laki – laki berinisial A ( 50 ) hilang di perairan Tanjung Ular, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa ( 26/8/2025 ).

“Info tentang hilangnya korban di perairan Tanjung Ular telah kami tindaklanjuti dengan mengirimkan tim SAR untuk membantu mencari korban,” kata Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa, Selasa ( 26/8 ).

Menurut Oka, pria berinisial A tersebut merupakan warga Tanjung Ular, sebelumnya diketahui pada Senin 25 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB berangkat menggunakan kapal speed lidah.

“Jadi korban berangkat dari Pantai Selindung menuju perairan Tanjung Ular untuk menjemput anggota Satgasus PT. Timah, Tbk yang berada di PIP timah di perairan tersebut,” terang Oka.

Seorang nelayan bernama Kiki sempat bertemu korban dengan kapal speed lidahnya pada pukul 18.30 WIB, berada di perairan antara Tanjung Ular dan Pantai Selindung, dengan jarak sekitar 15 Nautical Mile dari bibir Pantai Selindung.

“Saat itu kondisi speed lidah korban mengalami mati mesin. Nelayan tersebut kemudian memberikan bantuan berupa makanan dan minuman kepada korban,” ujarnya.

Selanjutnya nelayan bernama Kiki itu melanjutkan aktivitas menebar jaring di sekitar perairan tersebut.

Namun setelah itu Kiki tidak melihat lagi keberadaan korban beserta speed lidah yang digunakannya.

Dan pada Selasa 26 Agustus pukul 08.00 WIB, ternyata anak korban mencari informasi keberadaan ayahnya ke nelayan-nelayan dan mendapatkan info dari nelayan yang sempat bertemu dengan korban.

“Mereka kemudian berusaha mencarinya. Namun keberadaanya tidak diketahui hingga saat ini. Kemudian anak korban melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR,” kata Oka.

Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 tim rescue USS Mentok menuju lokasi kejadian. Tim SAR gabungan yang dibantu Rescuer USS Mentok, Satpolairud Polres Bangka Barat dan TNI AL bergegas mencari keberadaan korban menggunakan Kapal RIB (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas.

“Tim melakukan penyisiran di sekitaran lokasi terakhir korban terlihat serta berkoordinasi dengan nelayan-nelayan yang melintas. Semoga upaya pencarian terhadap korban dapat segera membuahkan hasil,” harap Oka. ( Red )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *