Pekerja Tambang yang Hilang Diterkam Buaya di Sungai Baturusa Ditemukan Tewas

HEADLINE, Peristiwa86 Dilihat

PANGKALPINANG – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Radit, korban yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di aliran Sungai Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, akhirnya membuahkan hasil.

Pada Senin (20/7/2026) pagi, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan pada pukul 10.55 WIB, berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian awal (Last Known Position/LKP).

Proses penemuan korban berlangsung cukup dramatis. Sejak penyisiran dimulai pada pagi hari, Tim SAR Gabungan sempat beberapa kali melihat predator buas tersebut muncul ke permukaan air. Saat terpantau, buaya itu diketahui masih menggigit tubuh korban, sebelum akhirnya kembali menyelam dan menghilang ke dasar sungai.

Tak menyerah, Tim SAR Gabungan terus mempersempit area pencarian dan melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi kemunculan buaya tersebut.

“Upaya penyisiran yang terus dilakukan oleh tim akhirnya membuahkan hasil. Predator buas tersebut akhirnya melepaskan gigitannya, dan tubuh korban ditemukan mengapung di permukaan air, tidak jauh dari posisi perahu karet (rubberboat) milik Basarnas yang sedang melakukan penyisiran,” ungkap Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Supani.

Melihat hal tersebut, personel Tim SAR Gabungan yang berada di perahu karet bergerak cepat untuk mengevakuasi tubuh korban ke dalam kantong jenazah.

Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) di aliran Sungai Baturusa resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

“Kami mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat, meliputi Polairud, BPBD, aparat desa setempat, serta masyarakat yang telah bahu-membahu bersama Rescuer Basarnas dalam operasi kemanusiaan ini,” tutup Supani. ( * )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *