Premium dan Pertalite Cepat Habis, Masyarakat Mengadu ke Wabup

Muntok — Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming. menerima aspirasi dari Ketua FKPPI, Kesuma Rina dan segenap pengurus Forum Komunikasi Putra Putri TNI – POLRI tersebut di ruang kerjanya, Kamis ( 12/8 ) kemarin.

Maksud kedatangan FKPPI Bangka Barat kata Kesuma Rina untuk menyampaikan beberapa hal, salah satunya terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis premium dan pertalite.

Menurut dia, dua jenis BBM tersebut cepat habis sehingga masyarakat kesulitan mendapatkannya.

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

” Tadi kita mendapat laporan dari teman – teman, mereka mendapat masukan dari masyarakat yang ada di Bangka Barat kelangkaan BBM terutama premium dan pertalite,” ujar Bong Ming Ming kepada wartawan, di Press Room, Kamis ( 12/8 ) kemarin.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bong Ming berjanji akan mengumpulkan beberapa pemilik SPBU, melibatkan Forkopimda untuk mencarikan solusinya

” Dari data yang kita dapat banyaknya peminat premium yang tiba-tiba naik termasuk pertalite serta solar dalam waktu yang singkat. Ini yang harus kita sikapi secepatnya, paling lambat Senin sudah kita buat alur kebijakannya,” kata Ming Ming.

Terpisah, Pengawas SPBU Kampung Jawa Muntok, Sukarli mengatakan, premium dan pertalite tidak langka. Perihal dua jenis BBM tersebut cepat habis disebabkan di SPBU Pal 3 sedang mengalami kerusakan, sehingga masyarakat banyak datang ke SPBU Kampung Jawa.

” Bukan langka, kalau masuk biasa – biasa lah, karena pengaruh di Pal 3 itu kan rusak, hari ni baru jalan di Pal 3. Kalau dikatakan langka nggak lah. Kalau langka itu kan nggak ada barang, ini kan suplai ada terus. Suplai kita biasa normal 8 ton, pertalite premium pertamax, solar normal,” jelas Sukarli saat ditemui di SPBU Kampung Jawa, Jum’at ( 13/8 ) pagi.

Dia tidak menampik pertalite dan premium sebelumnya memang cepat habis. Penyebabnya, hari Minggu tidak ada BBM masuk ke SPBU sehingga hari Senin tidak ada persediaan. Disamping itu, Sukarli memperkirakan maraknya aktivitas Tambang Inkonvensional juga menjadi salah satu penyebab sehingga permintaan BBM jadi meningkat.

Sementara itu, pemilik SPBU Pal 3 Muntok, Amok membenarkan terdapat kerusakan CPU untuk pertalite dan pertamax sehingga operasional mereka terganggu.

” Tapi pertamax kemarin sudah bagus. Hari ini pertalite-nya yang masih rusak. Masih kirim Jakarta masih dibenerin itu,” ujar Amok, Jum’at pagi.

Dikatakannya, pertalite dan premium di SPBU-nya memang cepat habis, bahkan pukul 12.00 WIB sudah habis. Namun terkadang pukul 14.00 WIB baru habis.

” Kalau pertalite itu kalau nggak ada kiriman premium, pertalite habis. Biasa lah. Paling cepat habis premium dan solar. Tapi biasanya kayak gitu lah,” imbuhnya.

Menurut dia, pada Kamis kemarin antrian lumayan ramai tapi hanya berlangsung sampai pukul 11.00 WIB.

Suplai BBM juga menurut Amok berjalan normal, kiriman yang mereka terima sebanyak 8 ton seperti biasa.

” Nggak langka biasa lah. Buat pengerit sih langka karena cepat habis. Tapi kita nggak musingin, dia masuk keluar nggak balik lagi. Tapi kadang – kadang kalah mata juga kita karena tidak bisa diperhatikan 100 persen, karena dia banyak kartu,” tandas dia. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *