Natak Kampung, Erzaldi Gowes 16 Km ke Desa Mapur

Duta Radio – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, MM bersama Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Pariwisata, Sekretaris Dinas Kelautan Dan Perikanan Babel, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik Dan Pemerintahan, beserta club Bersepeda Babel, Natak Kampung dengan mengayuh sepeda sejauh 16 kilometer menuju Pantai Tanjung Tuing Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka, Selasa ( 13/2/2018 ).

Erzaldi dan rombongan sebelumnya menyempatkan diri sholat subuh berjamaah di Masjid Mi’rajul Mukminin di Dusun Air Nungket Desa Mapur.

Tujuan  gowes Natak Kampung   Gubernur Provinsi  Kepulauan Bangka  Belitung sejauh belasan kilometer ini guna melihat langsung potensi wisata yang ada di pelosok wilayah Kabupaten Bangka tersebut.

Saat tiba di Dusun Tuing, Erzaldi pun berdialog dengan para nelayan yang sedang memilah – milih ikan di pinggir pantai Tanjung Tuing. Disamping menyemangati para nelayan untuk tetap sabar dan tekun menjalani profesinya, Erzaldi menanyakan harapan – harapan yang ingin disampaikan oleh para nelayan terkait kedatangannya ke Dusun Tuing.

Keramahan Gubernur Babel ini membuat para nelayan tanpa sungkan menyampaikan harapannya. Salah seorang nelayan menyampaikan kepada Erzaldi agar jalan tanah kuning di Dusun Tuing menuju kearah dermaga mini yang biasa digunakan para nelayan untuk  diaspal. Gubernur merespon positif harapan tersebut dan mengatakan akan meneruskannya kepada Bupati Bangka.

Selain itu, Gubernur bersama rombongan, memanfaatkan tumpukan pasir yang berbentuk gunung dilokasi setempat untuk foto bersama dengan latar belakang laut Tuing yang biru. Erzaldi menjelaskan, Natak Kampung ini merupakan salah satu cara untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Kegiatan ini untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus ingin melihat potensi- potensi yang dimiliki daerah Mapur,” ujar Erzaldi.

“Kita sebagai orang awam tentu tidak tahu bagaimana mengoptimalkan sumber daya alam yang kita miliki ini. Nah, untuk itu kedepan, bagaimana potensi bisa tergarap dengan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Mengenai masyarakat Desa Mapur yang melakukan aktifitas penambangan, Erzaldi mengingatkan untuk memperhatikan lingkungan sekitarnya.

” Saya tidak melarang, tapi saya ingatkan kepada masyarakat agar memperhatikan dan menjaga lingkungan sekitarnya,” pungkas Erzaldi. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: