BANGKA BARAT — Jamal Abdul Naser ( 65 ) warga Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat memang sudah diincar menjadi target perampokan dan pembunuhan berencana oleh tiga pelaku, Lidya alias Ulik dan suaminya Tri Martin serta Sandra.
Mereka bertiga sudah mempelajari si target yang lima hari sebelumnya mengajak Tri Martin cs jalan – jalan ke tempat wisata di Kecamatan Mentok serta ditraktir makan oleh Jamal.
“Nah, sedikit banyak kan mereka ngerti kalau si korban ini punya uang, ada mobilnya, dan seterusnya ya. Jadi dari situlah karena mungkin mereka sudah merencanakan,” jelas Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha di ruang kerjanya, Rabu ( 22/10 ).
Setelah rencana disusun, selanjutnya Lidya berperan mengundang Jamal via pesan WhatsApp untuk datang ke kontrakan mereka di Kebun Nanas untuk masuk jebakan maut Tri Martin dan Sandra.
Jamal pun tanpa rasa curiga datang ke kontrakan Tri Martin dan masih sempat numpang sholat maghrib.
Namun tanpa ia sadari Tri Martin dan Sandra sudah bersiap untuk menghilangkan nyawanya.
“Dipersilakan sama yang bersangkutan, sholat di kamarnya itu. Begitu sholat di kamarnya ternyata sudah ada dua orang itu. Dua orang yang atas nama Tri Martin sama Sandra,” kata Pradana.
Jamal pun dieksekusi hingga meninggal dunia oleh dua pelaku tersebut. Senjata yang digunakan yakin kabel charger, pisau dapur dan benda lain yang digunakan untuk memukul kepala korban.
“Cuma untuk barang itu kan berarti DPB kita, daftar pencarian barang. Tapi alat yang digunakan untuk eksekusi yang kita temukan kabel charger itu,” imbuh Kapolres.
Selanjutnya mayat Jamal mereka gulung menggunakan kasur dan dimasukkan ke mobil milik korban untuk dibawa menyeberang ke Sumatera Selatan melalui Pelabuhan Tanjung Kalian. Tujuannya kata Kapolres untuk menghilangkan jejak.
Aksi keji itu menurut Pradana dipicu oleh kondisi Tri Martin yang sudah seminggu tidak mendapatkan pekerjaan. Sementara istrinya Lidya hanya bekerja sebagai pelayan di salah satu rumah makan di Kecamatan Mentok.
Maka kemudian timbul rencana untuk menempuh jalan pintas menguasai mobil dan harta benda milik Jamal.
“Kalau kita bicara kehidupan sehari-hari mereka, mereka itu kan bukan punya pekerjaan tetap, mereka kadang-kadang ikut nambang dan seterusnya,” katanya.
” Mereka sudah tidak rasional lagi cara berpikirnya, terpikirlah mereka untuk ngerampok,” ujar Pradana.
Saat ini baru Lidya alias Ulik yang berhasil diringkus. Namun Kapolres menegaskan timnya sudah mendeteksi tempat persembunyian Tri Martin dan Sandra.
“Saat ini kita tim masih bekerja untuk upaya segera menangkap pelakunya,” imbuh Pradana.
Sebelumnya Lidya alias Ulik ( 32 ) warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan ikut menjadi buronan Polres Bangka Barat atas kasus perampokan dan pembunuhan Jamal Abdul Naser.
Pelariannya berakhir di rumah kontrakan, Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu ( 15/10/2025 ).
Kasus ini sempat viral karena jasad Jamal yang terikat tali plastik dan dililit dengan kasur dibuang di semak -semak dekat Pelabuhan Tanjung Api-api, ditemukan warga sekitar.
Lokasi penemuan mayat tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Jumat (21/6/2024) silam.
Kepada wartawan dia mengaku tidak banyak tahu terkait kasus yang menjeratnya, alasannya karena hanya mengikuti perintah suaminya Tri Martin yang saat ini masih diburu polisi.
“Tidak tahu. Aku ditangkap juga saat ke Palembang,” kata Lidya kepada awak media, Jumat (17/10/2025).
Namun dia tidak menampik motif mereka menghilangkan nyawa Jamal karena ingin menguasai hartanya. Menurut dia mereka kenal Jamal baru sepuluh hari selama mereka ngontrak rumah di Kecamatan Mentok.
Selama di Mentok, Jamal dan tersangka tampak dekat karena diajak korban jalan – jalan hingga makan-makan. Tapi dia mengaku tidak ada hubungan asmara dengan Jamal, hanya teman saja.
“Karena ingin mengusai harta, mobil korban. Baru sepuluh hari kenal, kami tinggal di kosan di Mentok. Tidak ada ( hubungan asmara), hanya pernah diajak makan dengan teman teman lain,” katanya.
Setelah melakukan pembunuhan, Lidya bersama Tri Martin dan Sandra kabur ke Sumatera Selatan. Menurut dia selama satu tahun pelarian dia dan suaminya tidak lari kemana-mana hanya berada di Desa Batu Gajah Lama saja.
“Kami di dusun itulah tidak kemana mana, ikut orang tua. Jadi kami mencari karet,” imbuh dia.
Terkait jasad Jamal yang dibuang ke semak-semak di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, menurut dia hal itu dilakukan oleh suaminya Tri Martin. Sedangkan dia mengaku tidak tahu.
“Suami aku melakukan, ia mau buang mayat aku tidak tahu apa-apa,” katanya. ( SK )
Jamal Abdul Naser Masuk Jebakan Maut Tri Martin Dkk untuk Dirampok dan Dibunuh





























