BANGKA BARAT — Kasat Lantas Polres Bangka Barat, AKP Ramos Gapita Siregar menjelaskan hasil olah TKP laka maut ambulans vs Honda Scoopy.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan awal yang dihimpun dari lokasi, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pecah ban depan pada mobil ambulans, yang mengakibatkan kendaraan keluar jalur dan menabrak pemotor dari arah berlawanan.
“Dugaan sementara, ambulans yang datang dari arah Dusun Kadur Dalam menuju RSUD mengalami pecah ban, sehingga pengemudi kehilangan kendali dan kendaraan bergerak ke kanan, lalu menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh korban,”jelas Ramos, Sabtu ( 9/8 ).
Pengendara sepeda motor Soliati Addiah (38), warga Dusun 2, Air Belo, mengalami luka berat pada bagian kepala dan tubuh serta meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara dua penumpang motor yang masih anak-anak, yakni Sabrina Aica (12) dan Wardana Kesuma (14), mengalami luka ringan.
Sementara itu, seluruh penumpang dalam mobil ambulans termasuk supir, dua bidan, pasien pasca melahirkan, dan suaminya tidak mengalami luka.
Menurut Ramos pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan awal, termasuk mendatangi TKP, olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan, dan mendata korban serta saksi. Petugas juga tengah mendalami kondisi teknis kendaraan dan kelengkapan dokumen pengemudi.
“Kami masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan. Saat ini kedua kendaraan sudah diamankan sebagai barang bukti dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.
Polres Bangka Barat mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara, terutama kendaraan operasional seperti ambulans. ( Red )
Ambulans Hilang Kendali karena Pecah Ban Tabrak Scoopy






























