BANGKA BARAT — General Manager PT ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika mengakui ada penumpukan penumpang pejalan kaki pada arus mudik lebaran tahun ini.
Menurut dia penyebabnya karena calon penumpang kapal ferry datang ke Pelabuhan Tanjung Kalian belum mengantongi tiket dan menunggu di depan pelabuhan.
“Jadi belum bertiket kemudian mereka nunggu di depan berharap mendapatkan tiket. Tiket sendiri itu ada kuotanya per hari, menyesuaikan dari kapal yang melayani,” ujar Agustinus saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Kalian, Senin ( 16/3/2026 ).
“Jadi nggak mungkin kapalnya bisa muat 100, ( tiket) kami jual 200. Ini kan harus disesuaikan, overload. Jadi nggak mungkin, ya intinya itu disesuaikan,” sambung dia.
Faktor penyebab lainnya menurut dia ada penumpang yang datang ke pelabuhan terlalu cepat. Misalnya, di tiketnya kapal berangkat pukul 19.00 atau pukul 21.00 WIB, tapi pukul 13.00 WIB penumpang sudah berada di pelabuhan.
Sementara ruang tunggu di Pelabuhan Tanjung Kalian kapasitasnya terbatas sehingga terjadi penumpukan di luar pelabuhan.
“Kalau di ruang tunggu ini aja kapasitasnya sekitar 300 orang. Nah yang dateng kemarin tuh saya perkirakan mungkin hampir 500, jadi otomatis gak ketampung,” jelasnya.
Solusinya kata Agustinus penumpang pejalan kaki diberangkatkan secara bertahap dengan cara diangsur.
Para penumpang yang jam keberangkatannya sudah dekat diminta masuk ke ruang tunggu yang sudah kosong.
“Jadi kami juga dari ASDP ini melihat bahwa kasihanlah mereka di luar menunggu jam, padahal mungkin mereka yang penting datang dulu. Jadi kita sesuaikan lah supaya mereka bisa masuk,” katanya. ( SK )
GM PT ASDP Akui Ada Penumpukan Penumpang di Tanjung Kalian, Ini Penyebabnya





























