Jadi Narsum di Pelatihan Paskibraka, Markus Tekankan Pentingnya Peran Pemuda untuk Kemajuan Bangsa

BANGKA BARAT — Peran pemuda sangat penting dalam kemajuan bangsa dan negara. Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya. Karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara.

Hal itu dikatakan Bupati Bangka Barat Markus saat menjadi narasumber kegiatan pemusatan dan pelatihan calon Paskibraka Bangka Barat di Gedung Batu Rakit, Selasa ( 12/8/2025 ).

“Satu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda mampu mengubah dunia. Itu lah perkataan founding father kita Presiden RI pertama Soekarno,” kata Markus di hadapan calon Paskibraka.

Dia kembali mengutip pernyataan Bung Karno ” beri saya sering sepuluh pemuda, maka saya akan mengguncang dunia”. Menurut Markus pernyataan itu mencerminkan betapa pentingnya pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pemuda ini penting, maka dalam pembangunan kami berharap dukungan dari adik – adik semuanya karena adik – adik bisa menjadi duta pemerintah daerah dalam menyampaikan kepada masyarakat,” kata Markus.

Maka dia berpesan kepada calon Paskibraka bila telah lulus SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi, untuk memilih jurusan yang banyak dipakai oleh pelaku usaha.

Dia mencontohkan bidang lain seperti sekolah perawat dan kebidanan yang peminatnya sudah terlalu banyak, tentu persaingan untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat.

“Bukan Pak Bupati melarang, Pak Bupati tidak melarang. Karena nanti ujung – ujungnya kan selesai kuliah kan mau kerja. Siapa yang mau jadi pengangguran? Nggak ada kan?, ” katanya.

Markus juga berpesan agar calon anggota Paskibraka tetap bersemangat, berusaha dan berdo’a. Di usia ke – 80 Republik Indonesia dan 22 tahun Kabupaten Bangka Barat, para pemuda diharapkan bisa berguna untuk daerahnya.

“Adik – adik ini harus menjadi agen – agen perubahan. Coba yang dari Bangka Barat ada yang menjadi orang terkenal kan Bangka Barat pasti bangga. Jadi pejabat di pusat, jadi dokter yang pinter,” ujar Markus.

Apalagi terkait dokter, Markus mengatakan Bangka Barat masih kekurangan dokter spesialis di RSUD Sejiran Setason.

“Harapan kita ke depan itu putra – putri Bangka Barat ini lah. Rencana kita dokter – dokter umum kita nanti kita pikirkan mereka. Tapi harus pulang ke daerah,” ucap Markus.

“Jangan nanti sudah disekolahkan pemerintah ujung – ujungnya minta mundur, ” cetusnya. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *