Penulis: Gendra Susilo, S.IP, Kasi SMK Cabdin Wilayah IV
Cabang Dinas Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, resmi meluncurkan SIAPS (Sistem Informasi Anak Putus Sekolah) sebagai inovasi dalam mendukung pendataan dan penanganan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan di jenjang SMK.
Aplikasi ini dikembangkan sebagai respon atas masih tingginya angka putus sekolah di beberapa wilayah dan keterbatasan sistem pelaporan manual yang selama ini digunakan.
SIAPS dirancang untuk menjadi alat bantu utama dalam pendataan cepat, akurat, dan terintegrasi yang dapat digunakan langsung oleh SMK di bawah naungan Cabdin Wilayah IV.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Sudarni, S.Pd menyatakan bahwa pengembangan SIAPS merupakan bagian dari komitmen Cabang Dinas dalam meningkatkan layanan pendidikan menengah yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat.
Hal itu juga dimaksudkan untuk mempermudah dan mempercepat para pihak untuk memperoleh data terbaru (up date) sebagai salah satu referensi dalam menyusun perencanaan dan kebijakan sesuai tupoksinya masing-masing.
Lebih lanjut Sudarni menyatakan, “ kita harus selalu berusaha menghadirkan inovasi dan teknologi dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat”.
“Dengan adanya SIAPS, kami bisa mengetahui secara cepat siapa saja anak yang berhenti sekolah, dari mana asalnya, dan apa penyebabnya. Dari situ, kami bisa ambil langkah konkret bersama sekolah dan pemerintah daerah”.
“ SIAPS hadir sebagai bentuk komitmen kami untuk memberikan data yang valid dan tepat sasaran guna mendukung kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap anak-anak yang rentan putus sekolah,” sambungnya.
Lebih lanjut, sistem ini tidak hanya mengumpulkan data kuantitatif, tetapi juga menyediakan fitur analisis sederhana untuk membantu pengambil kebijakan dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui pendekatan sosial, ekonomi, maupun pendidikan non-formal.
Menurut Gendra Susilo selaku Kasi SMK pada Cabdin Wilayah IV , SIAPS memiliki fitur unggulan berupa input data siswa putus sekolah jenjang SMK oleh sekolah secara real time, pemetaan penyebab putus sekolah (ekonomi, sosial, geografis, dll.), visualisasi data dalam bentuk grafik dan peta sebaran serta fitur pengaduan masyarakat terkait pengelolaan SMK di Kabupaten Bangka Barat.
Instansi pemerintah, lembaga pendidikan dan seluruh lapisan masyarakat dapat melihat dan memanfaatkan data tersebut melalui siaps.psmk-dindik.babelprov.go.id
Kolaborasi untuk Aksi Nyata
SIAPS tidak hanya sebatas aplikasi, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Penggunaan sistem ini melibatkan sekolah, pengawas, masyarakat dan mitra pemangku kepentingan lainnya.
“Kami berharap SIAPS bisa menjadi jembatan informasi yang mempercepat intervensi, mulai dari program bantuan, pembinaan, hingga pengembalian anak ke jalur pendidikan,” tambah Gendra.
Langkah Selanjutnya
Cabang Dinas Wilayah IV berharap seluruh sekolah menengah di wilayah binaannya telah mengoperasikan SIAPS secara aktif hingga akhir tahun ini.
Ke depan, diharapkan sistem ini juga akan disinergikan dengan website Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bahan pengambilan kebijakan dan intervensi dari pemerintah daerah dan pusat.
( * )






























