Ultimatum Forkopimcam, Penambang Diminta Angkat Kaki dalam Tiga Hari

Muntok — Para penambang di Dusun Selindung diberikan waktu tiga hari untuk angkat kaki dari Pantai Si Babe, dari hari Senin tanggal 6 hingga 8 Maret 2020. Mereka diminta pihak Forkopimcam untuk membongkar camp dan pontonnya secepat mungkin.

Bila hingga Rabu sore masih ada aktivitas, Camat Muntok Sukandi menegaskan akan ada tindakan dari Forkompimda.

” Ultimatum berlaku tiga hari dari Senin hingga Rabu. Pertimbangan tiga hari untuk bongkar, dan apabila Rabu sore kami datang kami pantau besok belum, maka hari Kamis akan ada tindakan Polres, Pol PP serta Dandim dan Pak Bupati. Jadi kami ultimatumkan tiga hari harus bersih tidak satu pun tenda yang camp yang dibangun disitu termasuk pontonnya dilarikan semua,” cetus Sukandi, Selasa ( 7/4/2020 ) pagi di Kantor Camat Muntok.

Sukandi menerangkan, saat di lokasi mereka menjelaskan kepada para penambang, sesuai instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis tentang adanya larangan perkumpulan yang melibatkan orang banyak guna menghambat penyebaran virus Corona, maka camp – camp yang dibangun di Pantai Selindung juga harus membubarkan diri.

” Yang kedua kami sampaikan juga kepada mereka, jangankan disini, di masjid pun disampaikan himbauan apalagi ini sampai membangun camp, perkumpulan orang banyak dan kami pun sebagai pemerintah setempat, biasanya orang yang datang melapor, mereka ini tidak ada satupun yang melapor,” sebutnya.

Sukandi menambahkan, tidak ada reaksi penolakan dari penambang terhadap himbauan pihaknya. Dikatakannya, terdapat dua kubu ditempat tersebut yaitu kubu pemilik ponton dan kubu pemilik camp.

Dari kubu pemilik camp meminta agar Ponton Isap juga ikut angkat kaki dari Selindung. Sukandi menegaskan bahwa, pada Rabu ( 8/4 ) nanti, tidak boleh ada satu pun lagi baik ponton maupun camp di lokasi tersebut.

” Kan ada dua kubu kalau kita liat kemaren, antara kubu yang punya camp sama kubu yang punya ponton. Saya minta cukup satu pertanyaan, Pak kalau camp kami dibongkar pontonnya pindah nggak, pindah, adil setuju, nah begitu jawaban mereka. Ilang pondok ilang ponton, mereka bersedia,” pungkas Sukandi. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: